Recents in Beach

Jokowi Pro-Umat, Sektor Ekonomi Beri Kesempatan Kader NU


Oleh : Raylis Sumitra(Penulis Buku ' Jokowi Digdaya Tanpa Aji)

Kebangkitan umat ditandai dengan ditempatkanya kader NU dalam posisi mengatur regulasi ekonomi. Jokowi sangat menaruh perhatian sama NU.  Tentunya tidak menaifkan juga dengan ormas lainnya,  seperti Muhammadiyah.

Hal tersebut tidak omong kosong belaka.  Ini pengalaman pribadi saya. Saat itu saya dipanggil salah satu orang dekat beliau.  Yang kebetulan satu almater di Universitas Gajah Mada.

Singkat cerita dia menyampaikan keluh kesa Jokowi menyikapi sikap salah satu politisi NU yang ber'main'dalam demo berjilid 114 dan 212 di Monas.

"Apa kurang saya kepada NU.  Kok,  dia (salah satu elite partai)  segitunya.  Sampai ikut memainkan demo 212"

Begitu curhatan Jokowi yang ditirukan oleh teman saya.

Dalam Pilpres 2019, NU pun menunjukan sikapnya.  Baik secara struktural maupun jamiyah NU,  ada dibelakang kemenangan Jokowi.  Bahkan NU adalah pertahanan utama Jokowi menghadapi gempuran.

Menghadapi era industri 4.0, tidak ada kata lain.  Umat harus bangkit. Tentunya dengan membuka ruang regulasi yang berpihak pada umat. Tentunya menempatkan kader yang ngerti urusan umat.

Menempatkan kader NU dalam jajaran kementerian Jokowi-KH. Ma'ruf Amin tidak lah terlalu berlebihan.  Dan seharunya dilakukan untuk menyiapkan kader ungul yang punya nasional.

Ini bukan sebuah tekanan.  Tapi sebuah langkah strategis pemerintahan Jokowi ke depan.

Apabila berbicara soal nasionalis,  NU sudah tidak diragukan lagi.  Sudah teruji dari atas sampai akar rumput.

Tantangan umat kedepan adalah.  Bagaimana mampu bersaing dan mampu mendapatkan kesempatan.

Tentu saja,  kesempatan itu dibangun oleh regulasi yang pro-umat.  Semestinya,  Jokowi memberikan peluang kader NU berkontribusi dengan menjadi menteri dibidang ekonomi.

Bukan berarti NU tidak memiliki kader buta urusan ekonomi.  Contoh,  Harvick Khusnul Qolbi Bendara PBNU.  Ditangan dingin Harvick gerakan ekonomi kerakyataan berjalan masif.  Tapi problemnya memang pada ruang kesempatan dan kekhususan dalam memperhatikan ini.

Jokowi sangatlah concern dengan keumatan.  Sehingga yakin,  kader NU bisa duduk dikementerian dibidang ekonomi

Posting Komentar

0 Komentar