Recents in Beach

Viral, Da’i Muda Ini Serukan Perangi Khilafah Ideologi Bughat


KAMISKOTCOM, Sahabat Al-Mahabbah dimanapun berada. Merespon pernyataan Prof. Dr. AM. Hendropriono tentang Pilpres adalah pertarungan Pancasila versus Ideologi Khilafah, saya mengimbau untuk kita juga turut meningkatkan kewaspadaan. Khilafah isme adalah ideologi transnasional yang ditolak di banyak negara. Dalam konteks Indonesia, ideologi khilafah juga tertolak seiring dengan keputusan Hizbut Tahrir Indonesia sebagai organisasi pengusungnya dibubarkan. Ada banyak sebab:


1. Ideologi Khilafah sejak awal datangnya sudah gagal membangun komunikasi yang baik dengan The Old Established System atau tatanan negara yang sudah lama berjalan. Alih alih mencoba menyesuaikan diri, Khilafah isme justru datang dengan mengkafir kafirkan demokrasi, menghantam pancasila, menyalahkan praktik keagamaan yang dijalankan oleh umat, dan memaksakan kehendak. Sedangkan posisinya adalah ideologi pendatang yang diasong dari luar. Bukan khazanah yang digali dari tanah dan bumi ibu pertiwi sendiri. 

2. Khilafah isme adalah bagian yang tak terpisahkan dari varian konflik yang terjadi di dunia Islam pada bilangan tahun terakhir. Ada banyak pemberontakan terjadi di berbagai negara Islam, sebagian besar disponsori oleh al idiulujiyyah at takfiriyyah (ideologi takfiri) yang menjadi ciri khas Khilafah isme. Mereka membenturkan Sunni dan Syi'ah, lalu membangun narasi dan menyebarkan kebohongan dengan berbagai cara untuk merebut simpatik dan membakar kemarahan umat. Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi persatuan, menjaga keutuhan bangsa dan berkomitmen dalam perdamaian dunia, MENOLAK MASUK KE DALAM JEBAKAN NARATIF YANG MEREKA CIPTAKAN UNTUK MEMBUAT TATANAN DUNIA RETAK DAN PORAK PORANDA!


Oleh karena itu, saya mengimbau kepada segenap kader dan sahabat Al Mahabbah untuk

1. Waspada dan awas terhadap gerak gerik para pengusung ideologi Khilafah. Mereka memang akan selalu menggunakan dalil dalil Agama untuk mempropagandakan paham mereka, tapi percayalah bahwa agenda setting yang dimainkan tidak seindah apa yang mereka tampilkan di permukaan. Ada baiknya kita resapi kembali perkataan Sayyidina Ali karramallahu wajhah, Apa kata beliau? "Kalimatu haqqin uriida bihaa al Baathil". Kalimat benar, narasinya bagus dan indah, tapi menyimpan kebatilan dalam misi terselubungnya. 

2. Dalam rangka membangun tatanan kehidupan kebangsaan dan keagamaan yang damai, dan untuk menghindarkan kita dari perpecahan, mari kita kembalikan Masjid sebagaimana fungsinya. Untuk ibadah, untuk kegiatan sosial keagamaan, untuk agenda agenda keumatan. JANGAN MANFAATKAN MASJID UNTUK MOBILISASI POLITIK. JANGAN GUNAKAN MIMBAR KHUTBAH UNTUK PROPAGANDA. Solat subuh berjamaah tak boleh dijadikan ajang mobilisasi umat pada hari pemilu. Innamal a'maalu bin niyaat, wa innamaa likullim ri in maa nawaa. Segala sesuatu berawal dari niat. Maka niatkan lah ibadah untuk ibadah itu sendiri.

Terakhir, izinkan saya mengutip sebuah perkataan dari Abuya Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin, beliau mengatakan:

"NKRI adalah Miitsaaqan Ghaliizhaa, negara kesepakatan yang diperjuangkan dan dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Jangan sampai kita mengkhianati kesepakatan ini"

Wallaahul muwaffiq ilaa aqwamith thariiq.

Posting Komentar

0 Komentar