Recents in Beach

Tak Pantas Jadi MUI, Kebodohan Tengku Zulkarnaen Dikuliti Santri-Santri NU


KAMISKOTCOM, Jakarta—Coba saja dia diam, tak banyak nyinyir dengan hasil munas Alim Ulama NU di Banjar, mungkin aib kebodohan dia tidak akan terungkap. Semakin dia nyinyir semakin ketahuan bodohnya, hingga harus dipermalukan oleh anak-anak Ibtidaiyah di Pondok Pesantren NU karena dia gak bisa Tashrif (Perubahan Kalimat).


Bukan hanya itu, lucunya lagi Tengku Zulkarnaen tidak mencerminkan sosok Ulama MUI, bahkan ia sama sekali tak faham ilmu Fiqih dasar, boleh jadi juga dia tak faham Hadits. Karena kebodohannya ini ia semakin dipermalukan lagi oleh Tuhan dengan munculnya santri-santri NU di Pondok Pesantren yang mengkritik kebodohan dia. 


Untuk sekelas Wasekjen MUI tak ngerti agama lantas apa yang akan dipertanggungjawabkan di Mahkamah Agung Tuhan atas fatwa-fatwanya yang telah diproduksi, ketidaktahuan materi Fiqh dasar dan materi linguistik dasar bahasa Arab dasar itu sudah mencerminkan ketidak pantasan dia sebagai Wasekjen MUI. 

Belakangan Tengku Zulkarnaen mengutarakan pendapatnya yang sangat bodoh yang tidak didasari dengan ilmu, ia mengatakan “Bersetubuh tidak harus ada mood dari seorang Istri” bahkan dalam ucapannya ia seakan-akan memperbolehkan memaksa istri untuk melayani suami meski dalam keadaan uzur baik itu capek, sakit, atau tidak adanya syahwat (mood). 


Sekelas Wasekjen MUI tak faham materi Fiqih dasar, Adab tentang ber-Jimaa’ (menggauli istri). Seakan-akan yang disampaikan dia itu adalah Islam tidak memiliki etika dalam bersetubuh, bahkan lebih cenderung seperti hewan yang tak memandang sifat manusiawi. 

Santri NU pun geram dengan kelakuan konyol Tengku Zulkarnaen dan mereka membuat berbagai video kritikan terhadap Tengku Zulkarnaen. 



Posting Komentar

0 Komentar