Recents in Beach

Tak Cuma Dipecat, Nurullita Juga Dibully Rekan Kantor karena Hadiri Acara Jokowi


KAMISKOTCOM, Jakarta - Nurullita, yang mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan karena dipecat setelah menghadiri acara Joko Widodo, mengaku di-bully rekan kerjanya. 

"Hari Minggu, tanggal 24 Februari, saya mengunjungi acaranya Bapak Jokowi. Di dalam perjalanan itu, saya udah mulai di-bully dengan cara saya menaruh foto saya di WhatsApp dipindahkan ke grup kantor, dari situ saya mulai di-bullypelan-pelan," kata Nurullita di gedung Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Saat itu Nurullita mengaku masih mengabaikan sikap rekan-rekannya. Namun perlakuan serupa masih ia alami hingga keesokan harinya dipecat.

"Saya abaikan dulu sampai akhir bubarnya acara tersebut masih berlanjut, dilanjutkan lagi sampai besok paginya. Besok paginya saya masih dilanjutkan tiba di kantor, tidak lama saya langsung dipecat dengan kata 'kamu saya pecat'," ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa foto yang diunggahnya di media sosial yang jadi sasaran bully rekan kerjanya. Salah satu foto tersebut adalah saat berada di dekat Jokowi.

"Foto-foto saya yang memang bersama sahabat saya yang itu di hari Minggu-nya dan di hari Senin-nya saya foto memang foto untuk saat Bapak Jokowi sedang berpidato dan saya ya merasa banggalah yang biasanya saya lihat di TV ini saya melihat langsung hanya 5 langkah dari Bapak Jokowi," ucapnya.

Karena pemecatan itu, Nurullita mendatangi Kemenaker untuk mengadu. Dia merasa pemecatan itu karena perbedaan dalam pilihan politik.

Dalam pelaporan itu, Nurullita didampingi Relawan Habib Relasi Jokowi (Harjo). Mereka menilai pemecatan itu bertentangan dengan kebebasan berpendapat.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut pengakuan itu harus didalami lagi.

"Menurut saya, yang begini-begini perlu dicek dulu apakah benar apa nggak karena ini kan perusahaan swasta," kata Direktur Direktorat Advokasi BPN, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan, Kamis (21/3).

Dasco menduga ada kemungkinan penyebab lain soal pemecatan Nurulita. Menurut Dasco, keterangan terkait kasus Nurullita mesti berimbang.

"Mungkin ada kebijakan-kebijakan lain yang dilanggar atau kemudian memang sebelumnya ada permasalahan-permasalahan yang ada. Kita kan nggak bisa begitu aja kemudian mempercayai salah satu pihak," sebut Dasco.

Dasco meminta Kemenaker menyelesaikan permasalahan itu. "Nanti biar ajaini soal perselesaian perburuhan Depnaker yang menyelesaikan," imbuh anggota Komisi III DPR itu.

Posting Komentar

0 Komentar