Recents in Beach

Sandi Uno Ganggu Kesakralan Haul Guru Sekumpul




KAMISKOTCOM, Banjarmasin—Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dan kawan-kawan tak pernah absen untuk hadir dalam acara haulan Al'allamah, Tuan Guru Yang Mulia, Haji Zainie Ghani. 

Untuk tokoh yang satu ini, yang sangat dihormati, masyarakat banua kadang menyebutnya dengan sebutan *Guru Ijay*, dan kami sebagai anak muda lebih senang menyebutnya dengan sebutan *"Abah Guru Sakumpul"* 

Tokoh yang sangat kami hormati ini, sebenarnya kerap dikritik oleh para "mujahid-mujahid" muslim yang tak jelas background-nya. Tak hanya itu, beliau bahkan dihina dengan ungkapan yang buruk, prejudice, serta ucapan buruk lainnya. 

Mereka menghina, menghujat melalui media sosial, seperti FB, WA dan sebabainya. Beberapa pengagum Abah Guru banyak yang tidak tahan melihat kejadian ini. Sehingga sejumlah orang sudah diperkarakan secara hukum, dan kini sudah ada yang masuk penjara. Siapa saja mereka itu, kita semua tahu lah. Mereka adalah orang-orang yang kerap tampil seperti seorang muslim yang taat, berseragam putih-putih, suka membid'ahkan, bahkan suka mengkafirkan. 

Secara politik, semua orang pun faham, mereka berada di mana, dan mendukung siapa ? Meski begitu, gelora ummat Islam untuk hadir ke acara Haul Abah Guru Sakumpul tahun 2019 ini justru meningkat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka berdatangan dari 5 provinsi di Pulau Kalimantan, juga dari Pulau Sulawesi, Pulau Jawa, pulau Sumatera, negara tetangga kawasan Asia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei, bahkan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yaman, Sudan dan sebagainya. 

Untuk hikmatnya acara ini panitia sengaja tidak mengundang siapa pun. Jika ingin datang, datanglah sebagqi jamaah murni. Tak ada yang istimewa. Jadi, jika ada yang sok diundang panitia, itu bohong besar.

Kesepakatan lainnya, mereka yang hadir harus tanpa membuat keributan, tanpa membawa simbol-simbol politik. Karena itu, panitia pun sudah membuat kesepakatan, di mana dalam radius sekitar 5 kilometer tak ada simbol-simbol politik. Jika ada juga, maka baliho, spanduk atau apa pun akan di pesona non-gratakan. 

Para politisi banua bak kor setuju ketentuan itu. Dan, nampaknya, Presiden Jokowi pun serta merta tidak hadir. Padahal jika beliau mau hadir, sebagai Kepala Negara tentu sah adanya. Lagian, Jokowi sudah berkali-kali ziarah minta berkah ke tokoh panutan urang banua ini. 

Sayangnya, niat mulia itu tak serta merta berjalan mulus. Seperti sangat dipaksakan, Calon wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaha Uno justru tiba, walau sudah rada malam. Beliau tiba di tengah jemaah sedang khusu'-khusu'nya menjalani prosesi haulan. Seperti diketahui, prosesi haulan Abah Guru Sakumpul ini sudah baku, yang disusun panitia. Acaranya pun tidak sehari, melainkan sampai 3 hari. Sabtu dan Minggu buat umum, dan Senin acara khusus. Kehadiran tokoh politik nasional ini nampak sekali mengurangi kekhusuan acara, dia melakukan jumpa pers saat acara berlangsung, dan dia pun sengaja berjalan kaki sambil menyalami jemaah yang sedang berpapasan di jalan. 

Aroma politik tak bisa dibantah dari kehadiran mereka. Ini sungguh mencederai. Karena Uno hadir hanya buat moment Pilpres, dan sebelumnya yang bersangkutan belum pernah datang. 

Sebagai jemaah tetap, kita sangat menyesalkan. Karena acara tahunan ini jadi terganggu. Keinginan panitia dan kesepakatan para politisi menjadi tidak berjalan optimal. Kita yakin rakyat cerdas, dan tak mudah ditipu ...

(Romli Azhar)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Prasangka baik saja namanyaa terbuka untuk umum gaada yang ngelarang untuk hadirk lagi pula tidak ada kampanye ko

    BalasHapus