Recents in Beach

Pasangan Sejoli Neno dan Fadli Mangkir dari Panggilan Bawaslu


KAMISKOTCOM, Jakarta—Fadli Zon dan Neno Warisman mangkir dari panggilan Bawaslu DKI. Keduanya seharusnya diperiksa terkait kasus dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Munajat 212 di Monas.

"Hari ini kita undang kembali, Fadli Zon, MUI (Majelis Ulama Indonesia) DKI, dan Ibu Neno Warisman," kata Anggota Bawaslu DKI, Puadi ketika dihubungi, Senin, 11 Maret 2019.

Puadi mengatakan ini merupakan panggilan kedua bagi Fadli, MUI Jakarta, dan Neno Warisman. Bawaslu sudah memanggil mereka pada 5 Maret lalu, namun hanya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang memenuhi panggilan Bawaslu DKI.

Fadli, melalui stafnya, mengatakan dirinya sedang di luar negeri, sementara pengurus MUI Jakarta berhalangan hadir pada 5 Maret lantaran pengurusnya sedang umrah.

"Dari MUI hari ini sudah memenuhi undangan. Fadli Zon tak hadir, informasi dari stafnya masih di Mesir. Ibu Neno Warisman tak ada berita," ujarnya.

Puadi mengatakan mereka dipanggil dalam status sebagai terlapor. Saat ini, ada dua laporan yang ditangani Bawaslu DKI terkait Munajat 212, salah satunya dilaporkan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Prasetyo Edi Marsudi mewakili Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Widodo-Maruf Amin.

"Pada prinsipnya, karena laporan sudah diregistrasi, Bawaslu DKI wajib menindaklanjuti laporan tersebut secara prosedural. Laporan ini datang dari Bawaslu RI yang dilimpahkan ke Bawaslu DKI. Dan, ada juga laporan yang datang langsung ke Bawaslu DKI. Jadi ada dua laporan yang ditangani Bawaslu DKI," ujarnya.

Bawaslu DKI akan melayangkan panggilan ketiga untuk Fadli pada 18 Maret 2019, dan untuk Neno Warisman pada 13 Maret 2019 mendatang. Selain itu, Bawaslu berencana memanggil pihak Lembaga Dakwah (LD) FPI selaku penyelenggara Munajat 212.

Bawaslu memiliki waktu hingga 20 Maret 2019 untuk menyatakan apakah laporan ini memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak.

"Laporan ini tidak boleh melebihi 14 hari setelah diregistrasi," pungkas Puadi.

Dugaan adanya kampanye pada acara keagamaan itu terlihat dari hadirnya sejumlah tokoh politik pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka adalah Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Petinggi PKS Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan secara tidak langsung dalam pidatonya mengajak peserta Munajat 212 untuk memilih Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. "Bahwa pemilihan menentukan nasib kita, menentukan arah Indonesia. Persatuan nomor satu, soal presiden? (massa jawab nomor dua). Persatuan nomor satu, soal presiden? (massa jawab nomor dua)," kata Zulkifli, Kamis, 21 Februari 2019.

Editor : Fauzan Hilal

Posting Komentar

0 Komentar