Recents in Beach

Nama Rocky dan Fadli Bisa Terseret di Kasus Ratna, Netizen: Bandar Hoaks Kabeh!


KAMISKOTCOM, Jakarta—Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan turut menyebut sejumlah pihak dalam dakwaan terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet. Nama-nama itu dinilai bisa terseret. 

"Tadi dakwaan menyebut beberapa nama. Nama-nama ini berpengaruh dalam penyebaran informasi hoaks, saya kira tentu dalam tindak pidana yang menyangkut orang-orang yang terlibat akan ada tindak lanjut," kata pakar hukum pidana Jamin Ginting di Metro TV, Kamis, 27 Februari 2019. 

Jamin menyebut mereka yang disebut namanya tentu akan dipanggil di persidangan. Mereka bakal dikorek keterangannya terkait kebohongan Ratna Sarumpaet. 

Tak menutup kemungkinan mereka bisa dijerat pasal penyertaan. "Bisa juga ini jadi pasal penyertaan, Pasal 55 sebagai aktor intelektual atau orang yang menyuruh melakukan. Tidak menutup kemungkinan nama-nama yang dicantumkan di sini bisa jadi bagian yang bekerja sama," tutur Jamin.

Tapi tentu, kata dia, ini bergantung pada kesaksian yang disampaikan di hadapan persidangan. Dari kesaksian itu, hakim yang dapat menilai nama-nama yang disebut terlibat. 

"Apakah yang mereka sampaikan mereka bisa jadi perbuatan tersebut," tutur dia. 

Ratna Sarumpaet didakwa memberikan berita bohong pada masyarakat. Dia mengaku dipukul oleh orang. Padahal, dia melakukan operasi plastik. Selama operasi itu, kata Jaksa, Ratna foto-foto. 

Hasil foto itu kemudian ia sebar ke sejumlah orang. Mereka yang dikirim foto lantas bereaksi di media sosial dan menyebut itu pemukulan. 

"Selama menjalani rawat inap, (Ratna) mengambil foto wajah foto lebam dan bengkak pakai handphone, pada 24 September 2018. Dalam perjalanan pulang mengirim foto bengkak kepada saksi Achmad Ubangi, saksi Saharudin, saksi Makmur Julianto, saksi Rocky Gerung, Dede Saripudin, Said Iqbal, Nanik Sudaryati, Amien Rais, Dahnil Anzar, Fadli Zon, Basari, Simon Aloisius, Prabowo Subianto, Sugianto, dan Djoko Santoso merupakan rangkaian kebohongan terdakwa," ujar Jaksa. 

Akibat perbuatannya itu, Ratna didakwa melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 a ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.  


Posting Komentar

0 Komentar