Recents in Beach

Kampret Panik Banget, Tuduh Kiai Maman Dibalik Penolakan Nissa Sabyan


KAMISKOTCOM, Jakarta—Pendukung Capres 02 tak bisa menutupi rasa paniknya dengan menuduh Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Kiai Maman Imanul Haq, sebagai dalang di belakang aksi Milenial Muslim Bersatu Kecewa terhadap Nissa Sabyan.

Tak hanya itu, akun kampret dengan nama facebook Bung Karyo juga menuduh Maman Imanul Haq sebagai Jamaah Islam Liberal dan Ahoker tulen.

Padahal Relawan Milenial Muslim Bersatu hanya menunjukkan kekecewaaan mereka terhadap Nissa Sabyan yang lebih condong mendukung salah satu capres. Tidak mungkin Direktur Relawan TKN KH. Maman Imanulhaq melarang Millenial Muslim untuk bersholawat karena Ia pencinta sholawat.  Bahkan di berbagai kesempatan selalu bersholawat dengan jamaah yang hadir.


Siapakah Maman Imanulhaq ?

Kiai muda, kelahiran Sumedang 8 Desember 1972 ini adalah pimpinan ponpes Al-Mizan Ciborelang Jatiwangi Majalengka.  Sebuah pesantren berhaluan Islam Ahlussunah wal Jamaah ala NU yang memiliki ribuan santri.

Al-Mizan juga dikenal dengan Festival tahunan yang menggelar perbagai pentas lkesenian dan tradisi lokal.  Al Mizan pun menjadi rumah bagi anak-anak jalanan yang selama ini masih terpinggirkan dengan mendirikan Rumah Singgah Anak Bangsa Kreatif (Rumah Singgah ABK). Karena kepeduliannya pada Kesenian dan anak jalanan, Kiai Maman kerap dituduh Liberal.

Sebuah tuduhan yang tidak tepat. Karena Kiai Maman adalah penganut Thoriqoh Syadiliyah, mengamalkan Dalail khoirot dan tiap malam jumat ia memimpin Tahlilal, pembacaan sholawat barzanzi dan diba’iyah.

Di usianya yang baru 46 tahun, Kiai Maman sangat terkenal. Karena kerap tampil di TV Nasional dan pernyataannya banyak dikutip Media. Tak hanya itu Ia punya gaya bicara yang khas: mengalir, argumentatif, santun dan menohok.

Salah satu pendukung 02 dari Demokrat dengan Akun Twitter @zarrazetirazr menulis, “

Assalamualaikum
Saya beranikan dm agar jgn jd beban harus dibalas.  Hanya ingin salim dan apresiasi semua tampilan2 kang maman sbg tkn01 di publik sy pribadi anggap yg paling wajar. Membela tapi ngga pake ngotot dan artikulasi mudah dipahami tak ada kata2 kasar sarkasnya. Salam

Di kalangan relawan, Kiai Maman dikenal punya gaya orasi yang mampu membakar semangat.

Lia Wahab dalam Kompasiana menulis,

“...Orasi Kiai Maman membuat begitu banyak orang dihadapannya lantas bersemangat.Pertama bertemu dengannya di rakornas relawan, Saya terkesan pada prinsip beliau yang sangat moderat.
Ia juga orang yang optimistis. Ia selalu menekankan kepada relawan untuk tidak khawatir tidak ada dana untuk kampanye kpd masyarakat dukung Jokowi-Ma'ruf karena di setiap niat baik ada saja jalannya.

Menurutnya, Jokowi itu orang baik. Siapapun yang mau memperjuangkan orang baik akan dimudahkan oleh Allah. hal itu sudah ia buktikan karena ia seringkali bisa keliling menemui relawan tanpa modal tapi semua pertemuan bisa terwujud”.

Ribuan Jamaah Sholawat Nariyah Akar Djati Cirebon setia mendengarkan Kiai Muda kelahiran Sumedang ini. Ia punya prinsip toleransi luar biasa. Di acara dialog "Kick Andy" yang ditayangkan di Metro TV bulan Juni 2017 lalu, Maman menyampaikan kata-kata yang sempat diprotes keras netizen.

Saat itu Maman sedang menjadi bintang tamu di acara televisi yang dipandu oleh Andy F. Noya itu. Ini juga memantik Pro kontra dari beberapa netizen lainnya.

Padahal ucapan Maman saat itu bisa jadi motivasi setiap orang untuk selalu berbuat baik.  Prinsip Maman Agama harus bisa energi bagi perubahan, perdamaian dan toleransi.

Kiai Maman memang jadi fenomena. Paling tidak di kalangan Nahdhatul Ulama. Ia sangat dekat dengan Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pesantrennya di Pelosok Jatiwangi dijunjungi sahabat-sahabatnya yang merupakan tokoh besar negeri ini termasuk Presiden Jokowi.  Ia menjadi Anggata DPR RI dari PKB setelah didukungsebagai Caleg Bersih Indonesia oleh beberapa LSM terkenal seperti ICW, WALHI, KontraS dan ANBTI.

Saat ini, Kiai Maman didapuk jadi Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi Amin.

Dalam orasinya di depan relawan, kiai Maman selalu menegaskan bahwa tugas relawan adalah memdekatkan Jokowi pada rakyat, bukan berdesakan selfi dengan Jokowi.

Kiai Maman juga berpesan agar relawan tidak menyebar hoaks, tidak percaya hoaks dan tidak membuli mereka yang berseberangan dalam politik.

Maman justru mengajak relawan untuk fokus menyebarkan keberhasilan Jokowi secara door to door kepada masyarakat.

Sebagai seorang penggerak relawan melalui orasi-orasinya, ucapan seorang Maman cukup membuat teduh suasana tetapi bergelora dalam semangat.

Suami dari Upik yang telah memiliki tiga orang anak ini punya gaya sendiri dalam berpolitik. Semangat, optimis dan berpikir positif pada semua orang, itu yang membuat kyai satu ini selalu tampak muda, tegar dan segar.

Seorang Maman meyakinkan kita bahwa ternyata pilpres ini hanya merupakan kontestasi Demokrasi yang harus dirayakan dengan penuh kegembiraan dan rasa persaudaraan.

“ Pilpres bukan perang. Tidak perlu tegang hingga harus nyabu. Tidak usah menyerang. Apalagi pake hoak dan membuli. Kita harus menang tanpa menyakiti. Tanpa harus mengorbankan keutuhan bangsa dan negara”, ujar Maman di programa “ Satu Meja Forum” kompas TV.

Yang pasti. Kita tetap bersholawat. Mencintai Nabi, mendamaikan Negeri.

Posting Komentar

0 Komentar