Recents in Beach

Gatot Nurmantyo Sesat Pikir Menganggap Pertentangan Pancasila dan Islam


KAMISKOTCOM, Jakarta—Beredar artikel menulis kutipan Gatot Nurmantyo mengatakan jangan mempertentangkan Pancasila dan Islam dan jangan mau diadu domba orang yang berambisi berkuasa yang merespon Jenderal AM Hendropriyono yang menyatakan Pilpres kali ini adalah pertarungan antara Pancasila vs Khilafah. Saya tergugah untuk menanggapi kesimpulan tergesa-gesa GN yang mengatakan mempertentangkan Pancasila dengan Islam. 

Perlu diketahui tidak ada koherensi antara Islam dengan Khilafah yaitu sistem dan ideologi Negara transnasional yang menghendaki adanya kekhilafahan global. Sistem Khilafah tidak pernah terwujudkan di dunia. Bahaya bagi NKRI karena sistem khilafah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45. Asas Negara kita yang menyatukan seluruh warga Negara adalah Pancasila dan UUD 45 bukan Khilafah. Para pendiri bangsa yang terdiri dari tokoh agama dan Nasionalis telah bersepakat (Mitsaq) menjadikan Pancasila dasar Negara. NKRI adalah Darul Mitsaq (Negara Kesepakatan). 

Ideologi Khilafah sejak awal datangnya sudah gagal membangun komunikasi yang baik dengan The Old Established System atau tatanan negara yang sudah lama berjalan. Alih alih mencoba menyesuaikan diri, Khilafah isme justru datang dengan mengkafir kafirkan demokrasi, menghantam pancasila, menyalahkan praktik keagamaan yang dijalankan oleh umat, dan memaksakan kehendak. Sedangkan posisinya adalah ideologi pendatang yang diasong dari luar. Bukan khazanah yang digali dari tanah dan bumi ibu pertiwi sendiri. 

Khilafah isme adalah bagian yang tak terpisahkan dari varian konflik yang terjadi di dunia Islam pada bilangan tahun terakhir. Ada banyak pemberontakan terjadi di berbagai negara Islam, sebagian besar disponsori oleh al idiulujiyyah at takfiriyyah (ideologi takfiri) yang menjadi ciri khas Khilafah isme. Mereka membenturkan Sunni dan Syi'ah, lalu membangun narasi dan menyebarkan kebohongan dengan berbagai cara untuk merebut simpatik dan membakar kemarahan umat. Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi persatuan, menjaga keutuhan bangsa dan berkomitmen dalam perdamaian dunia.

Dalam konteks Indonesia tidak ada pertentangan antara ajaran Islam dengan Pancasila. NU dan Muhamadiyah misalnya sebagai Ormas Islam besar di NKRI dapat sejalan dan menerima Pancasila sebagai dasar NKRI. Kemudian di mana mempertentangkannya? GN harus lebih banyak belajar kepada seniornya Jenderal AM Hendropriyono yang sudah diakui sebagai Maestro Intelijen yang sangat faham hakekat Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang dihadapi NKRI saat ini. Bukankah GN sering bicara soal proxy war? Khilafah adalah bagian proxy War yang bertujuan mengacau NKRI agar kekayaan Indonesia diambil-alih Negara Adi Daya. Pernyataan Jenderal AM Hendropriyono adalah early warning (deteksi dini) bagi keselamatan Raktyat Indonesia.

SURYA FERMANA (Pengamat Sosial Politik)


Posting Komentar

0 Komentar