Recents in Beach

Soal Fitnah ke Jokowi, Fadli: Ibu-Ibu itu Tidak Kampanye Hitam Kok


KAMISKOTCOM, Jakarta—Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, menilai, aksi pendukung yang menyebut jika calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo terpilih, tidak akan ada lagi azan, bukan kampanye hitam.

Menurut dia, hal itu merupakan pendapat pribadi yang perlu diklarifikasi.

"Itu kan pendapat pribadinya. Jadi saya kira itu bukan kampanye hitam. Itu pendapat pribadi dia yang ya mungkin perlu klarifikasi," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Selasa (26/2/2019).

Fadli mengatakan, wacana yang dibahas pendukung Prabowo-Sandiaga dalam video itu masih dalam koridornya.

Misalnya, pernah ada polemik soal suara azan ketika pemerintahan Jokowi. Kemudian, katanya, ada juga pendapat-pendapat lain mengenai LGBT.

"Menurut saya, mereka masih di dalam ranah pendapat pribadi yang memang menjadi polemik. Kan memang ada juga yang mendukung LGBT, ada enggak? Kan ada. Yang mendukung suara azan dikecilin ada enggak? Kan ada juga. Itu tinggal diklarifikasi saja," katanya.

Menurut Fadli, perempuan yang ada di dalam video tersebut harus diperlakukan adil.

Asas praduga tidak bersalah juga harus diterapkan oleh masyarakat.

"Harus ada praduga tidak bersalah dan itu kan masih dalam pendapat pribadi mereka," ujar Fadli.

Video ibu-ibu yang menyebut jika Jokowi terpilih kembali, tidak akan ada lagi azan viral di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram indozone.id.

Dalam video tersebut tampak dua perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda.

Diduga hal itu untuk memengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi pada Pilpres 2019.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiyung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan sama perempuan boleh menikah, laki-laki sama laki-laki boleh menikah)," kata perempuan dalam video tersebut.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra menyebut, tiga perempuan yang terkait dengan dugaan video berisi kampanye hitam diamankan ke Polda Jabar untuk menghindari konflik.

Posting Komentar

0 Komentar