Recents in Beach

Licik, Caleg Gerindra Terancam Bui, Sebar Kalender Berhadiah Umroh di Sekolah


KAMISKOTCOM, Calon Anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerinda, Zuhdi Mamduhi terancam pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp24 juta.

Ia diduga menyebarkan alat peraga kampanye berupa kalender kepada siswa-siswa Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Huda.

Jika terbukti, Zuhdi melanggar pasal 280 ayat 1 yang melarang pelaksana, peserta, dan tim kampanye Pemilu menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

1. Bawaslu sudah memeriksa sejumlah saksi

Anggota Bawaslu Jakarta Timur, Ahmad Syarifudin menjelaskan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Ia mengungkapkan, seluruh saksi mengakui bahwa saat pembagian rapor pada Minggu, 7 Januari 2019 terjadi pembagian kalender bergambar caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra.

2. Orangtua murid YPI Nurul Huda akui terima kalender

“Waktu bagi rapor tiap murid kebagian satu, yang dikasih cuma kalender,” jelasnya kepada IDN Times, Senin (4/2).

Bagi Toha, pembagian kalender itu tak memengaruhi pilihannya dalam Pemilu Legislatif karena tak berdampak pada kehidupannya.

“Kecuali kalau uang SPP berkurang dan saya dapat lima karung beras,” katanya sambil tertawa.

3. Pihak sekolah enggan berkomentar

IDN Times pun coba meminta komentar pihak sekolah, termasuk menemui kepala sekolah MI Nurul Huda Cakung.

Sayang, Kepala Sekolah MI Nurul Huda Cakung tak ada di tempat ketika IDN Times datang. Guru-guru yang berada di ruangan pun enggan berkomentar terkait kasus tersebut.

4. Spanduk protes tersebar di sejumlah wilayah Jakarta Timur

Sebelumnya, beredar sejumlah spanduk berisi tuntutan pada Bawaslu dan Kementerian Agama untuk mengusut pembagian atribut kampanye berkedok kalender dengan undian umrah.


Spanduk itu tersebar di berbagai wilayah seperti di jalan Pemuda dan di seberang halte Transjakarta Velodrome, Jakarta Timur.

Posting Komentar

0 Komentar