Recents in Beach

Leluhur Prabowo Musuh Diponegoro, Leluhur Jokowi Pengawal Diponegoro


KAMISKOTCOM, Jakarta—Seorang pimpinan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga pernah bicara di depan pers bahwa Prabowo itu keturunan orang yang berjasa untuk negeri ini, bahkan dia juga bilang Prabowo keturunan Pangeran Diponegoro. BENARKAH ???

Bahwa ayahnya Prabowo yaitu Sumitro Djojohadikusumo adalah pimpinan kelompok pemberontak PRRI sudah banyak diulas oleh beberapa orang. Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa Sumitro Djojohadikusumo pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Pelayaran dalam kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang terang-terangan telah melawan dan memberontak terhadap NKRI pada tahun 1958.

Dan itu adalah kenyataan sejarah yang tidak pernah ada bantahan resmi dari pihak keluarga Sumitro Djojohadikusumo sampai saat ini. Sehingga fakta sejarah tersebut secara akurat telah menggugurkan argumen bahwa Prabowo adalah turunan orang yang berjasa untuk Republik ini.

Lalu bagaimana dengan propaganda mereka bahwa Prabowo Subianto keturunan Pangeran Diponegoro ? Mari kita simak ulasan berikut.

Garis keturunan Prabowo Subianto dari sisi Ibu yaitu Dora Marie Sigar merupakan keturunan seorang tokoh di Minahasa bernama Benyamin Thomas Sigar alias Tawajln Sigar. Benyamin, merupakan tokoh ternama di Langowan, kota kecil di Minahasa Utara.

Menurut keterangan dari Bode Grey Talumewo, peneliti muda dan pengumpul data sejarah Minahasa, Prabowo merupakan turunan ke-5 dari Benyamin Thomas Sigar alias Tawajlin Sigar.

Tawajlin Sigar adalah tetua keluarga di Langowan dan pernah menjadi KAPITEN PASUKAN BELANDA yang tergabung dalam pasukan Tulungan atau pasukan bantuan (hulptroepen). Pasukan inilah yang dikirim ke Jawa untuk membantu Belanda menumpas perjuangan Pangeran Diponegoro. Pengiriman pasukan bantuan (hulptroepen) dari Minahasa dilakukan dua gelombang. Pertama pada tahun 1826 dan kedua pada tahun 1829.

Kapiten Tawajlin Sigar dikirim ke Jawa pada gelombang kedua di bawah komando Mayor Tololiu Herman Willem Dotulong, tokoh utama pasukan Tulungan.

Salah seorang pengurus keluarga besar Sigar di Langowan, Minahasa yang bernama Meity Sigar menuturkan bahwa Benyamin Thomas Sigar atau Kapiten Tawajlin Sigar yaitu leluhur Prabowo ikut dalam pasukan yang menangkap Pangeran Diponegoro pada 28 Maret 1830.

"Memang tak ada dokumen atau fakta sejarah yang ada pada kami. Tapi menurut cerita dari orang-orang tua kami, Opa Benyaminlah yang menangkap Pangeran Diponegoro," ujar Meity Sigar ditemui koresponden Tribunnews di rumahnya di Langowan, Rabu (26/3/2014).

Lalu bagaimana dengan garis keturunan dari ayahnya ?

Berdasarkan penelusuran sejarah didapatkan bukti bahwa Prabowo tidak memiliki hubungan darah langsung dengan Pangeran Diponegoro, baik dari garis nenek maupun dari kakeknya, Margono Djojohadikusumo.

Kalaupun ada jaraknya amat jauh. Dari garis kakeknya, Margono Djojohadikusumo apabila ditarik ke atas, Prabowo merupakan keturunan Raden Tumenggung Kertonegoro IV alias Tumenggung Banyakwide.
Dari dua fakta sejarah di atas sudah dapat disimpulkan bahwa :

PERTAMA

Dari garis keturunan Ibu, leluhur Prabowo ikut terlibat dalam proses penangkapan Pahlawan Nasional kita Pangeran Diponegoro.

KEDUA

Dari garis keturunan Ayah, Prabowo TIDAK ADA pertalian darah dengan Pangeran Diponegoro.

Ini adalah fakta sejarah yang harus dimengerti oleh kita semua. Kalaupun ada fakta sejarah yang lain di masa yang akan datang tetap akan kita tempatkan untuk melengkapinya. Bagi saya yang terpenting tidak terjadi lagi upaya manipulasi sejarah seperti yang pernah dilakukan oleh mantan mertua Prabowo.

Karena waktu dia berkuasa di negeri ini, mantan mertua Prabowo telah memanipulasi sejarah tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1946 di Yogyakarta dan pemberontan G30S PKI tahun 1965. Setelah mertua Prabowo tidak lagi berkuasa, alhamdulilah ada beberapa sejarawan yang melakukan pelurusan sejarah tentang dua peristiwa penting tersebut.

Ada beberapa orang mengatakan bahwa kebenaran sejarah tergantung dari penguasa. Jujur saya tidak setuju akan hal itu. Bagi saya suatu kebenaran tetaplah kebenaran. Dan meskipun secepat kilat kebohongan berlari, kebenaran tetap akan melampaui.

Sekarang pilihan ada pada kita, apakah kita mau punya seorang Presiden yang leluhurnya punya jejak sejarah pernah ikut terlibat dalam penangkapan Pahlawan Nasional kita dan ayahnya pernah terlibat aktif dalam kelompok pemberontak yang melawan pemerintah Republik Indonesia yang sah ?

Kalau saya jelas tidak mau, entahlah kalau anda .......

Salam SATU Indonesia

LELUHUR JOKOWI

Dalam acara haul ayahanda Jokowi, hadir ibunda Jokowi, saat itu ia berbincang dengan Ary Agus yang merupakan pengurus Pagar Nusa. Ibunda Jokowi bercerita tentang silsilah Jokowi dan amaliah ibunda sehingga memiliki anak yang sukses. Ary Agus menceritakan:

“Alhamdulillah saya bertemu langsung dengan ibu Noto, tutur beliau halus dan lembut, dari garis leluhur ayah Jokowi bapak Noto Mihardjo adalah kiai Hasan Zuhdi, pesantrennya pun masih ada ,dan beliau adalah murid dari Mbah Hasyim Asy’ari Tebu Ireng.

“Sempat saya menanyakan rahasia bagai mana menghadapi dan mendidik anak yang sukses, rahasia ibu tersebut adalah solawat nariyah.”

Jokowi memiliki nasab orang soleh, sehingga perawakan yang tenang menunjukkan kedalaman spiritualnya, dan ternyata ia memang lahir dari keluarga religius.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Zainal Ma’arif dan Kyai Wachid, Jokowi adalah keturunan dari Kiai Yahya, salah seorang pengawal Pangeran Diponegoro. Kiai Yahya sendiri adalah putera dari Kiai Abdul Jalal, seorang ulama yang menjadi pendiri tanah perdikan di wilayah Kalioso (daerah selatan utara Solo).

Jika silsilah ini ditarik ke atas, maka Jokowi merupakan keturunan dari Jaka Tarub (Raden Kidang Telakas). Dan Jaka Tarub sendiri adalah (dipercaya) putera dari Maulana al-Maghribi.

Baca Juga: Berpesan Ke Jokowi, Aa Gym Tak Dukung Prabowo
Baca Juga: Prabowo Makin Tenggelam, Pendiri GERINDRA Ini Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin
Baca Juga: TKN Serang Proyek Hambalang, Ferdinand Hutahaean Mati Kutu
Baca Juga: Tak Disuplay Dana Kampanye, Relawan Prabowo Ngambek Uring-Uringan


Sebagaimana dikutip dari website Islami.co, Syeikh Maulana Maghribi merupakan salah satu penyebar Islam generasi pertama. Beliau jauh ada belum Para Walisongo – Sunan yang kita kenal saat ini. Berasal daerah Maghrib, atau Maroko di Benua Afrika bagian Utara. Menurut Sejarawan, Agus Sunyoto, dikabarkan beliau wafat pada tahun 1419.

Posting Komentar

0 Komentar