Recents in Beach

Kyai Maman Imanulhaq Solusi Kebuntuan Suara Jokowi di kalangan Muslim, Milenial dan Jawa Barat


KAMISKOTCOM, Jakarta—Kini sudah hampir 2 bulan lagi menuju Pilpres 17 April 2019. Rasanya baru kemarin gerakan populisme Islam menumbangkan Ahok di DKI, serasa baru kemarin juga Habib Rizieq lari dari Ibu Pertiwi menuju Ibu Tirinya (Saudi). 

Kedua pasangan Capres dan Cawapres sudah ditentukan oleh KPU, di No. 01 ada Jokowi-Ma`ruf Amin di No. 02 ada Prabowo-Sandiaga. Keduanya terus bergerak mencari simpatik dari masyarakat terutama floating match dan masa Islam. Dalam hal ini Prabowo mungkin diuntungkan oleh kalangan Islamis atau Islam Politik, namun di luar itu lebih banyak muslim yang sadar secara nalar dan moderat secara sikap.

Pemilih Muslim milenial menjadi kunci pemenangan Pilpres 2019. Bagi Kubu 02 merasa di atas angin karena diuntungkan keberpihakan 212 dan mempunyai Cawapres representasi muda mewakili aspirasi Muslim Milenial. 

Kantong utama suara 02 DKI, Banten dan Sumbar Jabar yang jadi kantong basis massa 212. Jokowi putar otak dengan memainkan strategi berdasarkan peta dan kondisi. Jokowi mengubah citra relawan yang terkesan dan bernuansa Ahoker dengan memilih Direktur Relawan seorang Ulama muda, ketua Lembaga Dakwah NU dan berasal dari Jawa Barat, yaitu Kiai Maman.

Kyai Maman Imanulhaq menjadi andalan Jokowi mengambil basis muslim melineal utamanya di basis Jokowi kalah di 2014 dan DKI. Karakter muslim moderat yang disasar menjadi lumbung suara Jokowi dengan ujung tombak Kyai Maman cs.

Alhasil di Jawa Barat suara Jokowi sudah mampu melampaui suara Prabowo, berbagai lembaga survey mengatakan Jokowi unggul 51% di Jabar, jauh sekali dengan hasil di 2014 yang hanya Mendapatkan 40,22% jauh di bawah Prabowo Hatta. Hari ini, kondisi sudah berbalik Jokowi-Ma`ruf semakin menguat.

Posting Komentar

0 Komentar