Recents in Beach

Konyol, Timses Sandiaga Lalukakan Sandiwara, Akhirnya Ketahuan, dan Minta Maaf


KAMISKOTCOM, Brebes—Muhammad Subkban, petani bawang yang berdialog dengan Cawapres 02 Sandiaga Uno di Desa Krasak, Brebes, Jawa Tengah membantah dirinya membuat surat pemohonan maaf terbuka. Ia pun menegaskan bahwa sikap dirinya saat berdialog dengan Sandiaga bukan Sandiwara.

"Saya tidak merasa membuat surat itu, saya tidak tahu. Yang saya lakukan di depan Pak sanndi Uno itu benar saya alami," ujar Subhan kepada Media Indonesia di Brebes, hari ini.

Sebelumnya, sempat viral foto surat permohonan maaf terbuka dengan tanda tangan Subkhan disertai materai enam ribu rupiah. Dalam foto surat yang beredar itu, Subkhan mengaku bersalah melakukan kebohongan, karena memang disuruh oleh tim sukses acara yang dihadiri oleh Cawapres Sandiaga Uno.


Surat permohonan maaf tersebut beredar di platform pesan singkat whatsapp. Dalam surat tersebut, disampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan publik kabupaten brebes. Ia pun mengakui bahwa skenario yang dijalankannya merupakan arahan dari tim sukses.

"Saya merasa bersalah telah melakukan kebohongan di depan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno ketika kampanye di Brebes. Apa yang saya lakukan hanya menjalankan skenario sesuai arahan timses," bunyi kutipan dalam foto surat tersebut.

Dalam surat tersebut, Subkhan juga mengakui dirinya merupakan mantan komisioner KPUD Brebes. Sebelumnya, video curhatan Subkhan yang mengaku sebagai petani bawang diunggah oleh Sandiaga lewat akun twitternya @sandiuno, pada Senin (11/2).

Subkhan mengadu sambil menangis ke Sandiaga bahwa sebagai petani bawang ia menderita karena harga bawang terus turun. Hal tersebut mengakibatkan dirinya harus berutang Rp15 juta ke bank dan rumah bapaknya digadai.

Baca Juga: Caleg GERINDRA Digrebek Saat Pesta Sabu di Semarang
Baca Juga: Anak Buah Prabowo Digrebek, Nyabu di Posko Pemenangan
Baca Juga: Belum Bayar, GERINDRA Didemo Sopir Angkot, Netizen: Keterlaluan

"Pak, bukan hanya menanam bawang memanen utang. Sekarang ketika harga bawang rendah, banyak teman-teman saya yang menjadi duda. Karena jadi TKW, karena ladang-ladang tak bisa diharapkan," ujarnya. (OL-4)

Posting Komentar

0 Komentar