Recents in Beach

Jangan Hapus Air Matamu, Pak! Bapak Tidak Sendiri, Bapak Berjuang Bersama Kami


KAMISKOTCOM, Jakarta—"Saya tunggu yang akan mengembalikan lahan negara sekarang dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil"

Ketika kepentingan rakyat kecil terusik, sosok yang bernama Joko Widodo berubah menjadi garang plus sensitif, berontak mencoba sekuat hati menahan diri untuk tidak menangis. Entahlah saat dirinya berorasi di Konvensi Rakyat di Sentul hari Minggu kemarin (24/02/2019) terasa ada jeda yang terasa lama dalam sebuah orasi. Dirinya tampak menghapus entah keringat atau air mata di antara mata dan alisnya.

Sosok Joko Widodo sontak berubah total bila berbicara soal kepentingan dan keadilan untuk rakyat kecil. Sungguh berbeda jauh dengan sosok dirinya selama ini nyaris kebal dengan fitnahan, hinaan, caci maki atau kritikan.

Entahlah, barangkali bila serangan itu sifatnya pribadi, Jokowi seolah tak bergeming terus bekerja tanpa pernah pusing memikirkannya. Kritikan, fitnah, cacian seolah lewat bagai angin lalu. Semua tuduhan pembohongan, pencitraan dan lainnya justru dia buktikan dengan hasil karya dan kerja nyata.

Tetapi bila menyangkut kepentingan rakyat jelata, Jokowi meradang, seolah pribadinya adalah wakil dari rakyat jelata, membela dan berdiri terdepan tiada gentar apalagi takut. Siapapun akan dilawannya demi kepentingan rakyat kecil.

Benang merahnya terlihat nyata. Diawal orasi Jokowi bercerita banyak tentang latar belakang hidupnya yang sungguh mewakili sosok rakyat jelata, seperti saya, kamu, dan kalian semua. Rakyat kecil yang terbiasa hidup penuh tantangan dan rintangan.

Bergelut dengan roda ekonomi dan sosial, ketakutan digusur, tidak bisa sekolah, ketakutan biaya bila sakit, adalah problema klasik rakyat jelata semacam kita. Tapi apa kita menyerah dengan keadaan itu semua?

Tentu saja tidak dengan rasa optimis selalu berusaha dan berserah diri pada yang Maha Kuasa, segala problema pasti terlewati. Itu semua hanyalah kerikil kecil roda kehidupan, bukan penghalang kita untuk tidak bahagia. Kita selalu bahagia karena kita jujur, optimis, kreatif dan penuh semangat menjalani hidup kita.

Sama halnya dengan Joko Widodo, dirinya mampu berdiri dengan tegak di kancah hiruk pikuk politik itu karena sikap optimis, niat yang baik dan yang pasti Tangan Tuhan yang bekerja. Kenapa Tangan Tuhan yang bekerja? Sosok yang bernama Joko Widodo dengan latar belakang 'bukan siapa-siapa', tanpa karir politik mentereng mendobrak tradisi dan tatanan politik Indonesia dan berdiri tegak menjadi Presiden RI ke 7.

Kalaupun di Konvensi Rakyat kemarin Joko Widodo menangis. Sungguh pak, jangan kau hapus air matamu. Jangan pernah takut menangis demi cita-cita yang mulia. Cita-cita luhur dari setiap pemimpin yang amanah, yang berjuang sepenuh hati agar rakyatnya tidak ada yang susah, rakyatnya hidup dengan layak mempunyai hak yang sama sebagai anak bangsa. Berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia.

Kami paham betapa sulitnya dirimu selama ini melawan makhluk-makhluk angkara murka yang menguasai nafsu-nafsu serakahnya manusia.

Menangislah pak agar hatimu lega. Menangislah untuk tujuan yang luhur. Biar air mata itu menjadi bukti perjalanan lelah batinmu dalam kesenyapan berperang melawan pengganggu negeri. Air mata lambang ketegaran bukan kecengengan. Air mata demi bakti pada Ibu Pertiwi.

Kami sadar dirimu begitu penuh luka melawan para perongrong negeri, yang hanya meraih keuntungan dari teriakan sumbang membela rakyat kecil. Alih-alih berteriak rakyat kecil tapi tidak pernah menjadi bagian dan merasakan hidup sebagai rakyat kecil.

Jadi saat Jokowi bereaksi keras soal bagi- bagi sertifikat untuk rakyat. Inilah sesungguhnya yang sedang dia perjuangkan. Tak ada lagi pesta bagi-bagi lahan seperti di jaman Orde Baru. Atau di era sebelum Jokowi pun hal itu masih terjadi.


Di era Jokowi pembagian lahan hanyalah lahan kecil untuk rakyat agar dimanfaatkan maksimal untuk hidup, bukan lahan luas untuk pengusaha demi memuaskan nafsu serakah.

Jadi saat Jokowi terdiam lama saat berbicara konsesi lahan, kami paham betapa ketulusannya memperjuangkan rakyat jelata adalah bukti nyata, bukan cuma sebatas orasi. Bukan cuma sebatas kata-kata membela rakyat kecil, namun terbukti bukan bagian dari rakyat kecil.

Menangislah bila ingin menangis Pak Jokowi. Kami akan terus menjagamu, karena kami menggantungkan seluruh asa dan harapan di atas pundakmu. Kami akan terus membelamu sungguh, di hadapan bumi pertiwi yang kita cintai bersama.


#JokowiLagi

Posting Komentar

0 Komentar