Recents in Beach

Fadli Zon Hina Mbah Moen, UAS Tinggalkan Prabowo


KAMISKOTCOM, Jakarta—Tadi pagi ada perbincangan seru soal kunjungan Ustaz Abdul Somad ke Habib Luthfi Bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satu teman menyinggung tentang karomah para ulama. Atau keistimewaan khusus yang dianugerahkan Allah SWT kepada para ulama, bisa juga disebut mukzijat. Lalu dia juga menyebut soal Fadli Zon yang menghina ulama sepuh, KH Maemun Zubair atau Mbah Moen. 

Secara Mbah Moen ini kan kyai karismatik yang dituakan dan dihormati umat muslim. Pastinya ulama sepuh seperti Mbah Moen juga punya karomah tertentu. Entah azab apa yang nanti akan menimpa Fadli Zon karena sudah merendahkan dan menghina beliau.

Kembali ke dunia politik. Dalam waktu singkat kubu Prabowo tertimpa hempasan gelombang besar menyangkut hubungan mereka dengan para ulama. Gimana ya? 

Yang mengaitkan soal capres ke ulama kan kubu mereka sendiri. Sejak awal sudah berkoar dan mendeklarasikan bahwa Prabowo merupakan capres pilihan ijtimak ulama. Lalu, Ustaz Abdul Somad pun dicalonkan sebagai cawapres mendampingi Prabowo. Kemudian tidak dipedulikan juga tuh rekomendasinya sama Prabowo dan akhirnya malah memilih Sandiaga Uno, seorang pengusaha. 

Selanjutnya ijtimak ulama pun direvisi, disesuaikan dengan cawapres pilihan Prabowo. Lagi-lagi, capres pilihan ulama makin ditempelkan ke Prabowo. Sandiaga bahkan dicap sebagai “santri” dan “ulama”.

Kubu Prabowo sendiri yang memakai politik identitas untuk mengumpulkan suara buat kemenangan di Pilpres 2019. Mereka juga tidak segan mengecam atau mencemooh ulama yang berseberangan pilihan politik dengan mereka. Lihat saja komentar Fadli Zon ketika TGB menyatakan diri mendukung Jokowi. 

Fadli Zon yang politisi dan bukan ulama ini malah belagak bisa menakar kadar keimanan TGB. Waduh… Sebegitu hebatnya kah keimanan seorang Fadli Zon sehingga dia bisa menakar keimanan seorang ulama?

Mungkin karena sudah banyak dosa sama para ulama, jadi Fadli Zon makin terjerumus ke dalam kepongahannya sendiri. Puisinya yang menghina Mbah Moen itu buktinya. 

Menimbulkan gelombang protes para santri dan para tokoh masyarakat. Sampai anak Mbah Moen pun mengatakan bahwa Fadli Zon sudah bikin gaduh dan menyayangkan kelakuan Fadli Zon yang harusnya bisa memberikan contoh baik kepada masyarakat. Kalau saya jadi wakil rakyat terus digituin, nyemplung sendiri deh ke dalam tong sampah. Fadli Zon diminta meminta maaf kepada Mbah Moen. Bahkan ada elemen masyarakat yang mengancam akan menggeruduk DPR kalau Fadli Zon tidak meminta maaf. Saya kira kelakuan Fadli Zon ini bisa melumpuhkan dukungan umat Islam terhadap kubu Prabowo. 

Semacam gol bunuh diri. Blunder besar, karena penghinaan terhadap ulama dilakukan oleh kubu capres pilihan ijtimak ulama. Yang capresnya tidak bisa jadi imam salat dan ngeles melulu ketika diminta tes ngaji Al Quran, serta joget-joget di acara Natal bersama keluarganya.

Gelombang besar dan kecil pun menghempas kubu Prabowo. Jadi basah kuyup. Hilang kerennya. Hilang pamornya. Lalu disusul dengan kunjungan Ustaz Abdul Somad ke Pekalongan menemui Habib Luthfi. Selain bersilaturahim, UAS juga mengambil baiat (janji) untuk mengikuti tarekat kepada Habib Luthfi Bin Yahya. 

UAS kemudian memilih Tarekat Qadiriyah dan langsung dibaiat Habib Luthfi. Ustaz Ahmad Tsauri yang ikut dalam kegiatan itu menuturkan, UAS sedikit bicara dan lebih banyak menyimak dengan menundukkan kepalanya. “Setelah pertemuan dirasa cukup, UAS berpamitan dengan memeluk erat Maulana Habib Luthfi. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari pertemuan ini,” kata Ahmad Tsauri.

Dari detik itu, Habib Luthfi Bin Yahya memproklamirkan harus memanggil UAS dengan panggilan Syaikh Abdul Somad. “Tidak boleh dipanggil Ustad lagi, karena seperti tidak ulama NU,” kata Habib Luthfi. 

“Saya backup antum sepenuhnya, siapa yang berani menghalangi. Kita butuh persatuan ulama perekat umat, bukan malah cari perbedaan,” tegas Habib Luthfi.

Apakah ada hubungan antara kelakuan Fadli Zon terhadap para ulama dengan keputusan UAS di atas? Bisa jadi. Dalam berbagai kesempatan, UAS menyatakan kenetralannya dalam arena politik. Dia juga menegaskan bahwa dirinya bukan orang politik atau orang partai. Dengan berbaiat kepada Habib Luthfi, maka semakin tegas lah UAS meninggalkan politik. Atau bisa juga disebut bahwa UAS sudah meninggalkan kubu Prabowo? Biasanya kan ngumpulnya memang sama kubu Prabowo. Temennya ya Ustaz Arifin Ilham, dan kesetiaannya pada Habib Rizieq Shihab. Betul? Lalu, apakah sekarang Fadli Zon kembali menakar keimanan Syaikh Abdul Somad (SAS)? 

Monggo! Silakan! Kalau berani….

Demikian kura-kura, #JokowiLagi

Posting Komentar

0 Komentar