Recents in Beach

Emak-Emak yang Fitnah Jokowi Ternyata Relawan Asuhannya Fadli Zon


KAMISKOTCOM, Jakarta—22 November 2018, Warta Ekonomi pernah memuat berita bahwa Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Fadli Zon menerima sebanyak lima orang perwakilan komunitas Partai Emak-emak Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Pepes). Meminta Fadli untuk menjadi penasihat. Fadli mengaku bersedia dan akan memberikan arahan sesuai aspirasi emak-emak.

"Mereka kan meminta waktu ini inspirasi dari masyarakat ibu-ibu emak-emak dan inisiator dari Pepes ketemu minta untuk saya semacam penasehat gitu. Ya mengarahkan sesuai aspirasi mereka nantinya. Saya mau saja karena menurut saya keberadaan dari ibu ibu di mana pun posisi pilihannya dan kaum perempuan mau terlibat dalam politik itu suatu hal yang luar biasa. Selama ini politik itu seolah didominasi laki-laki. Jadi adanya ibu-ibu emak-emak perempuan masuk politik menurut saya suatu hal yang penting di dalam demokrasi kita di mana pun penting"


Ini sejujurnya menggelitik saya, adakah hubungan antara masifnya fitnah terhadap kubu Jokowi-Ma'ruf dan hoax yang disebarkan oleh relawan PEPES dengan arahan Fadli Zon ini?

Mungkin Anda sudah menonton beberapa video berikut ini di media sosial maupun WAG Anda.

Masih banyak lagi sebenarnya video yang beredar. Intinya sih sama dalam berbagai kesempatan yang mereka lakukan adalah :

1.Meniadakan keberhasilan Jokowi. Jadi kerja keras Pemerintah itu mereka bantah

2.Bikin isu yang menakut-nakuti masyarakat. Sasarannya biasanya kelompok ekonomi lemah atau yang kurang berpendidikan. Mulai ditakuti kalau Jokowi menang maka PKI dan komunis akan berkuasa sampai katanya akan melegalkan pernikahan sesama jenis. ISU GOBLOK!!!!

Oke, dari beberapa hal di atas boleh nggak saya simpulkan begini :

1.Ada Fadli Zon yang kemungkinan memang adalah penasehat PEPES

2.Ketuanya adalah pendukung Fahri

Fahri dan Fadli kita tahu bagaimana tingkah mereka menggiring opini publik di medsos terhadap Pemerintahan Jokowi selama ini dan sepertinya melihat fakta ini saya nggak kaget kalau kelakuan Emak-Emak PEPES ini liar sekali dalam menyebarkan hoax dan menebar kebencian di masyarakat! Masalahnya Kepolisian dan Bawaslu berani turun tangan nggak nih? Ini sudah fitnah lho. Ngawur sekali. Jokowi apalagi Kyai Maruf tidak mungkin akan mengijinkan pernikahan sesama jenis di sini.

Saya sebagai muslimah jujur saja sedih lihat Ibu-Ibu berjilbab ini yang mungkin usianya unda-undi dengan mama saya keluar masuk kampung menebarkan kebencian dan kebohongan. Ngajak oran milih Prabowo nggak masalah, tapi jangan berbohong dan memfitnah orang lain dong. Iya saya tahu jilbab itu kewajiban, tapi apa waktu menyebarkan kebohongan mereka nggak malu dengan pakaian yang mereka kenakan? Jilbab itu kewajiban sekaligus identitas bagi seorang muslimah. Dan umat Islam diajarkan bahwa fitnah itu dosanya besar. Kalian nggak malu apa keluar masuk kampung dengan kelakuan seperti itu?

Itu Ibu-Ibu yang videonya sekarang sedang beredar menyebarkan hoax kalau sampai masuk bui saya yakin nggak akan ada bantuan dari BPN. Kalian tidak akan dianggap dan akan dibuang seperti Ratna Sarumapet. Doa Neno yang mengancam Allah saja mereka lepas tangan, apalagi cuma Emak-Emak seperti ini. Pasti mereka akan bilang fitnah itu inisiatif pribadi relawan. Bukan dari Badan Pemenangan Nasional. Tapi ya sekali lagi, saya sekarang mau tanya benar itu Fadli Zon jadi penasehat PEPES? Apa nggak ada rambu-rambu atau peringatan ke relawannya bahwa boleh berkampanye tapi jangan menyebar kebohongan, fitnah, dan kebencian.

Saya sedih dan marah melihat kelakuan Emak-Emak model begini. Kalau Emaknya enteng saja menebar hoax dan memfitnah orang, bagaimana dia mendidik anaknya di rumah? Antara penampilan agamis dan kelakuannya sangat bertolakbelakang.

Oh ya, untuk Emak-Emak Pepes, dapat salam nih...


Sumber seword.com

Posting Komentar

1 Komentar