Recents in Beach

Bela Islam Moderat, 14 Ormas Islam Do’akan Jokowi Menang, Termasuk NU, PERSIS, dan Muhammadiyah


KAMISKOTCOM, Jakarta-- Sebanyak 14 perwakilan organisasi masyarakat (ormas) islam menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo agar bisa memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal ini disampaikan 14 perwakilan ormas secara langsung di hadapan Jokowi ketika berkunjung ke Istana Negara, Selasa (22/1). 

Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj mengatakan dukungan tersebut diberikan lantaran Jokowi menggandeng salah satu tokoh muslim nasional, yaitu Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden di periode selanjutnya. 

"Terima kasih sudah memilih calon wakil presiden dari kyai, ulama. Tapi ini bukan kampanye, kami hanya mendoakan Pak Jokowi menang," ucapnya di Istana Negara, Selasa (22/1). 

Selain karena Ma'ruf, Said mengatakan 14 ormas islam mendukung Jokowi karena pribadinya juga dinilai sebagai muslim yang taat. Hal itu, sambungnya, terbukti dari kepribadian dan program yang dibuat selama ini, di mana turut mementingkan umat islam.

Bahkan, menurut Ketua Umum PBNU itu, keberpihakan Jokowi kepada Islam juga tercermin dari pemberian jabatan dan posisi penting bagi kaum ulama. 

"Mudah-mudahan Pak Jokowi menang, kurang Islam apalagi Pak Jokowi, sejumlah posisi penting diberikan ke ulama," imbuhnya. 

Dalam pertemuan itu, 14 perwakilan ormas terdiri dari Said Aqil yang mewakili LPOI, Muflich Kholif dari Syarikat Islam Indonesia (SII), Aris Banaji dari Al Washliyah, Anwar Sanusi dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan Zulkifli dari Ittihadiyah. 

Kemudian, Yunus dari HBMI, Yantze dari Persatuan Umat Islam, Deni dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Mohammad Zein dari Mathlaul Anwar, Khaeran M. Arif dari IKADI, Nizar Umar dari Al Irsyad Al Islamiah, Mohammad Faisal dari Persatuan Islam dan Iqbal Suliam dari Nahdiatul Ulama. 

Sementara dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, dan Menteri Agama Lukman Hakim. 

Posting Komentar

0 Komentar