Recents in Beach

Anak Kecil dari Pelaku Fitnah ke Jokowi Tunggu Ibunya di Kantor Polisi Sambil Nangis


KAMISKOTCOM, Karawang - Belasan orang bergerombol di sudut Mapolres Karawang, Selasa (26/2/2019) dini hari. Di sela percakapan dan ungkapan kekesalan, dua bocah kecil terlihat riang mengeja tulisan di papan pengumuman elektronik gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu. 

Di remang - remang sudut banguan, Indra Laksana (39) memperhatikan dua bocah kecil tersebut. Sesekali pria berkacamata itu mengecek ponselnya. Saat malam makin larut, seorang bocah mulai menggelayut manja di gendongan Indra.

"Abah, mana anduknya aku mau tidur, abah ngantuk nggak?" kata seorang gadis cilik, anak salah satu ibu-ibu pelaku kampanye hitam pada Jokowi - Maruf di Karawang. 

Tidak seperti biasanya, polisi yang sedang piket membuka gedung sentra pelayanan di malam itu. Keluarga tiga ibu - ibu yang videonya viral itu dipersilahkan istirahat di lobby gedung. Di deretan kursi, bocah - bocah itu berbaring seadanya. 

Namun saat sebuah mobil masuk ke halaman Mapolres, mereka berlarian ke luar gedung. "Itu mamah bukan?" tanya bocah tersebut tanpa terlihat mengantuk. 

Tadi malam sekitar 8 orang keluarga dari ES, IP, dan CW mendatangi Mapolres Karawang. Mereka tiba sekitar pukul 22.50 WIB, Senin (25/2). "Saya diberi tahu polisi jika istri saya akan dipulangkan ke Karawang," kata Indra suami CW. 

Namun sampai berganti hari, ketiga perempuan yang membuat heboh jagat maya itu tak kunjung datang. Selama 4 jam, mereka dibikin kesal. "Padahal tadi berangkat bareng dari Bandung, tapi rombongan istri saya belum juga sampai. Aneh," kata Indra saat menceritakan keberangkatan mereka dari Mapolda Jabar. 

"Kita tadi beda mobil, saya ikut mobil yang diarahkan petugas," kata Yuningsih, cucu ES. 

Indra dan Yuningsih makin dibuat bingung saat polisi simpang siur saat memberitahu posisi ketiga ibu ibu tersebut. "Satu jam lalu bilangnya sudah di Karawang Timur, tapi sekarang kok belum sampai, padahal kan itu dekat," kata dia. 

"Sekarang bilangnya di rest area sedang makan. Aneh," tutur Yuningsih yang nampak bingung. 

Di tengah tipisnya harapan, sekelompok pengacara dari Senopati 08 menawarkan solusi kepada keluarga tiga perempuan itu. Melalui secarik surat kuasa, mereka menawarkan bantuan hukum untuk tiga ibu-ibu yang menjelek - jelekan Jokowi tersebut. 

"Kami kecewa dengan polisi. Mereka menangkap tiga ibu-ibu ini tanpa surat penangkapan tanpa surat kepolisian, tiba - tiba orang ditangkap seperti teroris," kata Zaenal Abidin, pimpinan nasional Advokat Sebopati 08 kepada wartawan. 

Ia menilai, tiga perempuan itu ditangkap dengan cara yang janggal. Sebab, mereka ditangkap tanpa surat tugas dan melampaui 1 kali 24 jam. Alhasil, menurut Zaenal polisi melanggar peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan. 

"Kami akan laporkan Kapolres Karawang dan Kasatreskrim ke Propam, Komnas HAM dan Komnas perempuan," kata Zaenal. 

Tiga perempuan tersebut diamankan petugas di Cikampek pada Minggu malam, (24/2/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Mereka kemudian dibawa ke Mapolda Jabar untuk dimintai keterangan. 

"Saya harap istri saya segera pulang karena anak - anak sangat rindu," kata Indra yang bakal meliburkan anaknya sekolah karena ibunya tersangkut masalah hukum. 

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Makanya jadi orang tu jangan membabi buta. .. bisa bisa jadi BABI... Dan di kerangkeng... Rasain .. Anak yg jadi korban kan. . Nyalahin deh petugas ... Kejam.. Pilih kasih... Ha ha ha

    BalasHapus