Recents in Beach

Ustadz Khalid Basalamah Ajak Umat Islam Berbai’at dan Mendukung Kinerja Jokowi


KAMISKOTCOM, Jakarta—Dalam video ceramah yang berdurasi pendek yang saya dapatkan di group whatsapp, mungkin sudah memasuki sesi tanya jawab, nah mungkin bisa dilihat disini videonya, ada di youtube, Videohttps://youtu.be/ymNno3cyAIY

Dalam majelis-majelis pengajian pada umumnya kalau bertanya. pertanyaan itu ditulis pada secarik kertas lalu diserahkan kepada asisten Ustad kemudian diberikan kepada Ustadnya, nanti ustadnya yang membacakan sekaligus menjawabnya.

Nah, Ustad Khalid Basalamah membacakan pertanyaan itu, bunyinya “Bagaimana umat Islam sekarang, baitnya kepada Jokowi atau ulama?”, sontak terdengar suara hadirin tertawa, bahkan saya pun ikutan tertawa, hahaha…

Pertanyaan itu sepertinya berasal dari zaman “The Dark Age”, namun tak mengapa, mungkin umat masih ada yang bingung akibat gejolak-gejolak yang dihembuskan selama ini, termasuk hoax dan ujaran kebencian yang sebelumnya sudah membuat luka, maka sangat tepat kalau ulama-ulama atau ustad-ustad menjadi penyembuh dari luka lama itu, dan ikut menjaga NKRI apapun mazhab dan agamanya, sudah saatnya meninggalkan ideologi usang yang telah terbukti membawa malapetaka.

Kita tentunya mencintai Indonesia, maka wujudkanlah cinta itu dengan tidak percaya kepada isu-isu atau hoax-hoax yang berkembang karena ada interest atau kepentingan busuk, misalnya isu PKI akan bangkit, dan isu tentang memusuhi ulama. Itu semua harus segera ditepis.

Kerangka hukum di negeri kita sudah sangat jelas. Ke depan saya yakin sekali negara kita menjadi percontohan bagi negara-negara yang selama ini sudah mengalami konflik berkepanjangan.

Lalu apa jawaban Ustad Khalid Basalamah?
“Kira-kira pada siapa?...iya Jokowilah.. jelas pemimpin kita. Sudahlah saya sarankan umat Islam ini tidak usahlah buat masalah, jalani kehidupan bersama pimpinan. …” begitulah cuplikannya.

Kholid Basalamah nampaknya sudah paham bagaimana menjadi warga negara yang baik, ibadah tenang dengan pemimpin yang mengayomi. Dari argumen yang dibangun Khalid Basalamah sudah tepat dan sekaligus mematahkan prasangka-prasangka yang selama ini dituduhkan kepada Presiden Jokowi.

Sampai-sampai Khalid Basalamah berkata “Emangnya Jokowi mau disamakan dengan Fir’aun?, Mana bisa..!!”, ini artinya bahwa orang-orang yang menuduh Jokowi dengan banyak hal yang negatif sampai-sampai mengaitkannya dengan ke-Islam-an beliau atau yang lebih parah tuduhan dan penghinaan yang pernah dilontarkan Jonru kepada Jokowi adalah benar-benar fitnah dan sungguh keterlaluan. Maka itulah Khalid lebih menekankan bahwa itu semua isu atau tuduhan yang tidak benar.

Dan beliau memberikan logika yang menarik, katanya “Apakah jika pemimpin selain Jokowi atau yang akan datang bisa lebih baik?, belum tentu” Disini bisa dipahami bahwa tidak usalah terlalu besar kebenciannya karena Jokowi presidennya, kalau pun beliau punya kelebihan dibanding presiden sebelumnya malah patut disyukuri. Dan ini berarti adalah kemajuan yang luar biasa. Apalagi dengan dibangunnya berbagai infrastruktur yang akan menompang ekonomi kelak. Dan harapan ke depan dengan niat yang baik semoga negara ini memenuhi cita-citanya yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jika saja para haters mau mengubah haters-nya itu ke arah yang lebih baik, atau hatersnya ditujukan kepada para perusak bangsa seperti para koruptor, yang telah menggerogoti negara sehingga untuk membangun keadilan sosial malah tersendak-sendak. Harus berani bermimpi untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan pada akhirnya bisa menjadi negara yang punya peran besar membangun peradaban manusia yang lebih baik dan lebih unggul serta berKetuhan-an.

Memang Masih ada kekuatan oligarki yang bermain, sementara Jokowi ingin merobohkan itu tapi butuh waktu, maka sebagai rakyat saya selalu mendoakannya agar berhasil merobohkan konspirasi jahat para oligarki yang tak peduli dengan bangsanya dan tak peduli pada cita-cita besar bangsa ini.

Itu bisa kita lihat pada pergerakan-pergerakan beberapa kelompok yang selalu menuduh Jokowi dengan cara yang sadis, energi untuk mengurusi ini malah kesedot, bayangkan bagaimana bisa konsentrasi bekerja maksimal jika diganggu terus-terusan. Tapi yahh..begitulah perjalanan politik, meski kadang dengan kejam politik dijalankan dengan cara yang tidak terhormat lalu si pelakunya ingin mendapatkan kehormatan, mana bisa. Ini sangat kontradiktif.

“Jadi ngak ada alasan untuk tidak mematuhi pemimpin kita, Jokowi” Kata Khalid Basalamah lagi. Jadi janganlah menyimpan dendam karena bukan idola kita yang menjadi presiden, dan masalah penilaian bagi manusia semua bisa saja salah. Karena itulah harus ada musyawarah dan dialog agar ada solusi dari setiap permasalahan. Sudah bukan zamannya di zaman now ini menilai sosok Presiden berdasarkan like dan dislike, tapi berdasarkan logika yang sehat bukan cibiran kayak si itu yang katanya ahli filsafat, tahu-tahunya cuma ahli Nyinyir..

Salam 2 periode, Salam Kerja Untuk Indonesia Yang Lebih Baik.

Bagaimana, cocok toh?

Posting Komentar

0 Komentar