Recents in Beach

Tingkatkan Partisipasi Pemilu, PKC PMII NTB Gelar Dialog Kepemiluan


KAMISKOTCOM, NTB—Pengurus Koordintor Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang dikomandoi Aziz Muslim, mengadakan kegiatan Dialog Kepemiluan dengan Tema "Meningkatkan Partisipasi Pemilih dalam Ajang Pemilu Serentak 2019". 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh beberapa pemateri yakni Muhammad Khuwailid MH (selaku Ketua Bawaslu NTB), Zuriyyati, SP (Devisi Tekhnis KPU NTB), Normal Suzan (Kesbangpoldagri NTB), DR. Saleh Ending (Dosen UIN Mataram/Akademisi).

Dengan menyampaikan beberapa hal agar Pemilu 2019 berjalan kondusif, yakni
Memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyrakat bahwa demokrasi itu penting utk kemajuan sebuah bangsa diperuntukan kepada Pemuda sebagai penggerak serta masyarakat sebagai motivator atau penopang. Melalui Pemilu 2019 ini, Pemuda dan Masyarakat diharapkan menentuka pilihan sesuai dengan hati nurani masing-masing tanpa ada tendensi dari pihak manapun. Sebab lima tahun adalah waktu untuk menentukan perjalanan karir Pemimpin dan Wakil Rakyat guna Memajukan Indonesia dari segala sektor, baik Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Budaya, Infrastruktur, serta pembangunan yang memadai.

Kemudian daripada itu kesanggupan Pemuda dan masyarakat untuk menolak segala bentuk ujaran kebencian, berita bohong, Isu SARA, bahkan money politik, agar tidak terbentur akan nilai kebhinekaan, perbedaan, persatuan, tanpa adanya perpecah belahan. Jangan hanya karena beda pilihan politik, pemuda serta masyarakat tidak saling sapa, berpecah belah, bercerai berai, karena hal ini yang menjadi ketakutan dan tanggung jawab kita bersama dalam menjaga Indonesia yang majemuk in.

Setelah melihat Konstelasi politik 2019 yang kian memanas, dengan situasi dan kondisi di lapangan yakni saling hujatnya pendukung masing-masing calon, baik di dunia maya maupun di dunia nyata, sangat menghegemoni pola pikir serta tindak tanduk pemuda dan masyarakat Indonesia, khususnya wilyah NTB.

Bagaimana tidak, Aparatur Sipil Negara, Aparatur Desapun ikut serta dalam melakukan kampanye politik, sementara dalam UU No. 7 tahun 2017 pasal 280 ayat 3 "pelaksanaan tim kampanye dalam kegiatan-kegiatan kampanye Pemilu dilarang mengikut sertakan ASN, TNI, Kepolisian, Kepala Desa, Staff Desa. 
Sangsi berdasarkan pasal 521 UU no. 7 tahun 2017, dipidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 24 juta.

Dalam hal ini Aziz Muslim selaku Ketua PKC. PMII Region Bali-Nusa Tenggara, menanggapi persoalan oknum yang sudah disebutkan pada UU dan pasal tersebut. 

KPU-BAWASLU dan Penyelenggara Pemilu lainnya harus mengedepankan netralitas tanpa pandang bulu dan taat pada aturan perundang-undangan yang berlaku. KPU-BAWASLU serta jajaran penyelenggara Pemilu lainnya, perlu melakukan kerjasama denga OKP, Ormas, Organisasi Kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, untuk turun ke greshrut mensosialisasikan kegiatan Pemilu 2019 ini. Ungkapnya.

Lebih lanjut Aziz Muslim menyampaikan bahwa, pemuda hari ini sebagai tonggak estapet penerus bangsa, yang harus diperdayai oleh lembaga-lembaga Pemerintah, baik Pusat maupun daerah, dalam hal terciptanya Pemilu yang damai, berintegritas, dan bermartabat. Maju dan mundurnya etika dan moral bangsa hari ini, terletak pada pemuda. SDA saja tidak cukup, tanpa adanya SDM yang berkualitas. 


Oleh karena itu, mari sama-sama kita bergandengan tangan demi tercapainya indonesia sejahtera dan berkemajuan dalam dua indikasi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar