Recents in Beach

Tersambungnya Tol Jakarta-Surabaya, Pengusaha Bus Ramai-Ramai Beri Dukungan Pada Jokowi



KAMISKOTCOM, Jakarta--Tol Jakarta-Surabaya yang menjadi salah satu bagian dalam Tol Trans Jawa telah tersambung tanpa putus dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (20/12) lalu. Tol ini membentang sepanjang 759 kilometer (km).

Terbukanya akses Jakarta-Surabaya dalam satu jalan yang mulus ini disambut baik oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda). Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organda Ateng Haryono mengatakan pihaknya senang dengan akses jalan yang tersedia lantaran bisa memotong jarak tempuh menjadi lebih singkat.

"Pasti menyambut baik dan ini peluang bagus di angkutan bus antar kota ya (AKAP). Jadi dari Jakarta ke Semarang yang tadinya 12 jam bisa 7 jam," kata Ateng saat dihubungi kumparan, Selasa (25/12).

Ateng menjelaskan, selama ini waktu tempuh angkutan bus, terutama di musim Lebaran atau mudik menjadi sangat panjang. Antrean di jalan besar mengular seperti di Jalan Pantai Utara (Pantura) karena bersinggungan dengan hambatan setempat, misalnya pasar tumpah.

Dengan terpangkasnya waktu tempuh Jakarta-Surabaya, transportasi bus bisa menjadi moda transportasi alternatif masyarakat selain moda pesawat dan kereta api. Selama ini, diakuinya pesawat dan kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan masyarakat untuk berpergian rute Jakarta-Surabaya.

"Selama ini ke depannya, kepada teman-teman di pengusaha bus ini kendalanya di kota kota besar ada pesawat dan kereta api sehingga dengan adanya ini ada (Jakarta-Surabaya tanpa putus), bus jadi pilihan jadi lebih baik dengan travel time yang tidak panjang," jelas dia.

Tapi hingga saat ini, kata dia, pemerintah belum memutuskan bakal membuka trayek baru pasca dibukanya tol Trans Jawa dari Jakarta-Surabaya atau lebih luas lagi dari Merak ke Pasuruan.
Meski begitu, kata dia, pembukaan atau penyesuaian trayek dalam tol Trans Jawa ini, diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

"Mestinya Kementerian Perhubungan bikin rencana jaringan untuk trayek AKAP mesti ada. Dari sana kan ada mapping untuk mana yang dibutuhkan, mana yang masih kurang, mana yang berlebih. Tapi itu masih dilihat, tapi apakah itu mengubah peta itu saya pikir belum secepat itu. Tapi itu berpotensi diubah jadi lebih baik, mengubah minimal yang exsisting," tutur Ateng.

Posting Komentar

0 Komentar