Recents in Beach

Orang Sunda Haram Pilih Capres Yang Didukung Penista Simbol Budaya Sunda


KAMISKOTCOM, Jakarta—Menjelang Pilpres 2019 banyak sekali kerusuhan-kerusuhan yang terjadi, fitnah dan Hoaks merajalela, kasus kekerasan pun masih menjamur. 

Di Banten, salah satu anak ketua FPI Banten bernama Hikam bin Qurtubi Jaelani terjerat kasus pengeroyokan santri di Ponpes al-Wardayani. Di Jabar, FPI banyak menista budaya adat masyarakat Jabar yang dianggap musyrik, bahkan Rizieq menghina istilah Sampurasun menjadi Campuracun. 

Ketua Aliansi Muda Siliwangi, Ruslan Ependi (25) menghimbau agar warga Jabar khususnya masyarakat Sunda agar tidak memilih Calon Presiden yang didukung oleh penista budaya Sunda yang sudah turun temurun mengakar kuat di masyarakat. 

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Sy tdk mendukung karena semakin terbuka calon no 02 ga jelas islamnya, wudlu jg ga jelas, tabur bunga itu mendo'a tp kenudian dilangkahi makamnya.
    Hati2lah dgn yg mengaku islami tp tdk menghargai agamanya sendiri sebagai rahmatan lil alamin...

    BalasHapus