Recents in Beach

Nasihat Untuk Ulama dan Ustadz Yang Sering Menghina Presiden


KAMISKOTCOM, Tangerang—Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan bin Syaikh AbuBakar menatakan; Agama Islam tidak dibela dengan cacian, agama Islam berjaya di bumi Indonesia ini di semua tempat di seluruh penjuru dunia dengan rahmat dengan kasih sayang, dengan kegigihan, dengan kesungguhan dalam mengemban dakwah dan ajaran Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kita diperintahkan Amar ma’ruf nahi mungkar, betul, mengajak manusia kepada kebaikan dengan cara baik baik.

Mencegah dari kemungkaran juga dengan cara yang ma’ruf, dengan cara yang baik, bukan kita Amar ma’ruf dengan cara yang mungkar, atau nahi mungkar dengan cara yang mungkar, jadi dua munkar, sekarang yang perlu diubah.

Kita dakwah menjalankan ajaran Nabi, siapa yang kita contoh? Nabi Muhammad, di jalan ya Rasulullah ya nabi ya nabi ya nabi, kita ikuti dalam amar ma’ruf nahi munkar, tidak pernah memaki, tidak pernah menghakimi, apa yang ada di dalam hati orang lain, atau menganggap orang ini jahat selama-lamanya, selama-lamanya dilewatkan, tidak.

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam selama 23 tahun berdakwah di puji, diteror, ditindas, diganggu, di boikot, diperangi, beliau Nabi Muhammad tidak mengeluarkan kata-kata yang kotor, bahkan tidak pernah menyumpahi, kecuali kepada individu-individu tertentu yang disebutkan. Rasulullah tidak menyumpahi mereka, melainkan sudah terbukti kalau mereka itu ahli neraka dengan mata pandangan Wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala, daripada itu tidak disukai oleh Rasulullah.

Tunjukan ke dunia ini Keindahan Islam di dalam bidang apapun juga Al Mukmin, Al Mukmin ditempatkan diposisikan sebagai apapun manfaat.Menjadi menteri, mungkin menjadi pejabat, mau menjadi orang di pasar, pedagang, sebagai Mukmin dimanapun dia memberikan manfaat-manfaat kepada semua. Tunjukkan keindahan Islam di dalam profesi apapun yang dia miliki, angkat citra Islam, bukan menjatuhkan citra dan agama Islam. Ini disebutkan bahwa Syekh mutawalli asy-sya’rawi yang di Mesir itu, beliau pernah berdialog dengan salah seorang tokoh yang ekstrem, begitu yang mana orang ini kalau ada yang tidak sependapat dengan dia atau beda aliran beda agama diletakkan di bunuh diletakkan.

Kemudian ia bertanya, saya mau tanya, kamu ketika membunuh orang-orang yang tidak sejalan dengan engkau, orang-orang yang beda agama dengan engkau, menurutmu mereka mati masuk surga atau neraka? Ya masuk neraka jawabnya. Pertanyaan kedua, tujuan memasukkan manusia ke dalam surga atau neraka? Dijawab, tujuannya memasukkan manusia ke dalam neraka sebanyak mungkin, ya kalau begitu kamu dengan Setan sama satu tujuan, satu misi. Mungkin kamu lebih hebat dari setan, setan untuk memasukkan orang ke dalam neraka perlu proses, gitu orang salat panjang lebar bertahun-tahun itu dibikin tidak ikhlas, dibikin Riya,di bikin ujub, dibikin makan yang tidak baik, hingga akhir hayatnya masuk neraka melalui proses panjang lebar, tapi ini dia lebih hebat lebih pintar, sekilas langsung memasukkan orang ke dalam api neraka, tidaklah Nabi Muhammad diutus untuk mengevakuasi umatnya sebanyak mungkin dari neraka ke dalam surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, lemah lembut dalam segala hal.

Ada orang bertanya berkata kepada khalifah Harun ar-rasyid, khalifah Harun ar-rasyid, aku ingin memberikan nasehat kepada Sultan, tapi terima maaf nasehat saya kasar.Nasehat kamu kasar? lebih baik kamu diam. Katakan kepada orang itu dengan perkataan yang lemah lembut, agar dia sadar dan takut kepada Allah, Allah mengutus Nabi Musa lebih baik dan Harun, mengutus kepada Firaun yang lebih jahat dari saya, mengaku Tuhan, tapi terucapkan kata-kata yang lembut, ucapkan kepada saya ucapkan perkataan yang lembut yang santun, sebab kelembutan tidak ditetapkan dalam sebuah perkara, melainkan akan menjadi mahkota menghiasi perkara tersebut. Tapi perkara sebagus apapun kalau kasar, tidak baik, tidak ada Rahmat di dalamnya, maka tidak akan bisa diterima di dalam hati masyarakat, mudah-mudahan Allah berikan kemudahan kepada kita sekalian.

Posting Komentar

0 Komentar