Recents in Beach

Kebusukan Rizieq Semakin Terbongkar, Ketika Banyak Habaib Pindah Dukungan ke Jokowi


KAMISKOTCOM, Jakarta—Bukan hanya para Habaib yang berbondong-bondong mendukung Jokowi, fenomena hijrahnya satu persatu ulama yang pernah terlibat 212 mulai merapat ke Jokowi juga semakin membongkar deretan panjang kebohongan Rizieq Shihab.

Kebesaran semu Rizieq Shihab yang didaku sebagai ‘Imam Besar’ semakin rontok diterjang kenyataan yang asli terjadi, dan bukannya setingan ala Sandi yang kental nuansa hoaks.

Sebelumnya, para habib di Situbondo, Jawa Timur menegaskan dukungannya kepada capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, dengan pertimbangan berdasarkan kualitas karakter Jokowi yang jauh lebih unggul ketimbang Prabowo, baik dari sisi akhlak, sisi ibadah, dan juga sisi ilmu.

"Ada banyak alasan para habib mendukung pasangan capres-cawapres menjadi pemimpin nasional, salah satunya yang prinsip adalah kualitas karakter manusianya," kata Habib Sayid Al Mahdali yang mewakili para habib untuk menyampaikan sambutannya, pada acara deklarasi dukungan para habib kepada Jokowi-Ma'ruf, di Situbondo, Minggu (27/1/2019).

"Masyarakat bisa membandingkan mana yang baik. Tiga karakter ini bisa menentukan dan bisa dicari karena mereka hidup di zaman kita. Jadi, kita tahu kualitas terbaik dari sisi akhlak, sisi ibadah, dan sisi ilmu. Karakter Bapak Jokowi lebih unggul dibanding yang lainnya," kata Habib Sayid Ali.

Sebelumnya lagi, Habib Fahmi Almusawa yang merupakan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Satukan Indonesia menyatakan banyak habib memilih mendukung Joko Widodo alias Jokowi yang berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

"Maka hari ini kami buktikan ada sebagian habib juga akan memilih Jokowi, nomor 01. Jadi banyak habib dan ulama yang akan memilih Pak Jokowi," ujar Habib Fahmi saat menziarahi makam Habib Abdullah Al Haddad Sangeng atau Habib Kramat Bangil di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (26/1).

Sebelumnya lagi, Habib Soleh Almuhdar yang merupakan Pengurus Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren IndonesiaPengurus Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia, menepis klaim kubu Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno memperoleh dukungan seluruh habib.

Habib Soleh justru meyakini mayoritas habib dan ulama mendukung duet Joko Widodo - KH Ma’rif Amin (Jokowi - Ma’ruf).
"Klaim semua habib ke 02 (Prabowo - Sandi, red) itu tidak benar,” kata Habib Soleh saat mengikuti Safari Politik VI PDIP di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/1).

"Saya berani bersaksi, bukan hoaks. Kalau habib dan ulama ke 02, mereka cuma mengklaim. Kami buktikan di Jatim. Ratusan habib akan mendukung Jokowi," kata Habib Soleh.

Sebelumnya lagi, Kelompok Habaib Muda Nusantara (Hadana) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01Joko Widodo-Ma’ruf Amin, berdasarkan rekam jejak yang dimiliki Jokowi-Ma'ruf.

"Kami melihat di capres cawapres 01, kami melihat prestasi mereka dari wali kota yang sukses dua kali di Solo dan di Jakarta dan jadi presiden. Kerjanya nyata, perhatiannya kepada rakyat tanpa memandang suku, agama, ras, kita merasakan Indonesia satu," kata Koordinator Hadana, Habib Syahdu, di Kopi Politik, Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

"Begitu juga KH Ma'ruf Amin, beliau berprestasi saat jadi santri dan Ketua MUI dan ahli ekonomi syariah. Jadi pilihan kita lebih mantap," sambungnya.

Sebelumnya lagi, habib dan ulama dari berbagai daerah mendeklarasikan diri mendukung Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Siap memenangkan pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019," kata Kiai asal Jawa Tengah, Habib Ahmad Badawi Basir, di Kediaman Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo Nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10).

Selain itu, mereka juga menyatakan siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. menjaga iklim politik tetap teduh, siap menjaga keharmonisan hubungan antar warga negara, bersikap toleran dan saling menghormati setiap perbedaan pilihan politik, juga siap mengajak elemen masyarakat melaksanakan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 tanpa hoaks, politisasi SARA dan politik uang serta mengajak jamaah dan menyampaikan kepada umat agar tetap tunduk dan patuh terhadap peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

Bukan para Habaib saja yang berduyun-duyun memberi dukungan kepada Jokowi, fenomena satu demi satu ulama yang pernah terlibat 212 mulai mulai hijrah serta merapat ke Jokowi juga semakin membongkar deretan panjang kebohongan Rizieq Shihab.

Salah satunya adalah Ustadz Yusuf Mansur.

Seperti yang telah diketahui masyarakat, da’i Betawi ini pernah pernah mengunggah informasi soal rutinitas puasa yang dilakoni Presiden Jokowi di Instagram pribadinya, @yusufmansurnew.

"Harapan masih ada... Bahkan di urusan puasa... Presiden Jokowi di atas saya kemana2. Beliau puasa Senen Kamis. Saya ga ada. Semoga negeri ini, bangsa ini, & segenap pimpinannya. Pusat sampe ke daerah. Masyarakatnya. Semua bisa shaleh shalehah. Bisa menyelesaikan semua problematika yang ada. Bertambah cerdas. Arif. Kuat. Dan dapat Ridho Allah," demikian tulis Yusuf Mansur, Jumat (28/11).

Belum lama, Ustadz Yusuf Mansur kembali memberi aplaus dan testimonial mengenai pasangan Jokowi-Ma'ruf yang disebutnya sebagai kombinasi pasangan yang luar biasa.

"Saya pikir kombinasi yang luar biasa, santrinya luar biasa di mana saja. Kalau Pak Jokowi konsentrasi di pengelolaan fisik, cakep ini. Pak Kiai dan orang-orang yang bersamanya, bisa bicara tentang jiwa, tentang religiusitas," ungkap dia.

Komentar Ustadz Yusuf Mansur tersebut didahului dengan simpati karena banyaknya caci, hina serta fitnah hoax yang menerjang Jokowi, dan mengatakan bahwa justru hal itu yang semakin menambah kebesaran Jokowi.

"Pupuk itu bau, pupuk itu kotor, jijik. Tapi kita butuh pupuk itu supaya tanaman kita itu gede, dia berbunga, dia berbuah lebat, rindang, adem, sejuk," kata Yusuf dalam tausiyahnya.

"Kalau ada orang bawain pupuk, jangan dipulangin, karena itulah yang membesarkan kita. Hinaan, ledekan, sindiran, cacian, makian, sempurnakan saja dengan menerima. Tidak akan ada keributan. Jangan dibalas, terima!" katanya.

Lebih lanjut Yusuf Mansur menegaskan, bahwa dirinya melakukan hal tersebut, semata hanya menginginkan perdamaian terjadi di Indonesia, dan bukannya jabatan.

"Saya Yusuf Mansur, tidak ada keinginan jadi apa, keinginan pengin apa, keinginan punya apa, kecuali di Indonesia ini tercipta kedamaian, persatuan, ketenangan, kesejahteraan, keamanan," pungkasnya.

Dari titik ini saja telah jelas terlihat, bahwa para Habaib pendukung Jokowi serta ulama-ulama yang kini berbalik hijrah mendekat ke Jokowi memang memiliki kualitas yang jauh berbeda bila dibandingkan ‘ulama-ulama’ ala kubu Prabowo.

Hal itu sekaligus pula membongkar dusta politik yang dilakukan Rizieq Shihab yang selalu berkedok agama karena terpilihnya Prabowo – Sandi bukanlah karena memenuhi kriteria ideal seperti yang digembar –gemborkan, melainkan penuh aroma kardus serta adegan gebrak meja yang amat mengintimidasi ulama, plus sederetan alasan penuh pamrih yang hanya demi menyelamatan diri sendiri serta tak lebih hanya sekedar batu loncatan bagi pencarian jabatan semata. Hanya demi Rizieq Shihab selamat dari kasus hukum yang dihindarinya dan berani pulang ke Indonesia, serta demi jabatan caleg para elit FPI saja.

Syukurlah kenyataan yang terjadi hari ke hari membongkar semua kebusukan tersebut, hingga jubah kebesaran Rizieq Shihab yang sejak mula semu semakin compang-camping penuh bekas rayap kedustaan syahwat politik kekuasaan berlabel agama.

Yang paling sial tentu saja Prabowo. Capres yang besar disokong Rizieq Shihab ini bertambah gembos saat penyokong terbesarnya tersebut terbongkar kebusukannya.

Prabowo capres pilihan ulama?

Yang benar, Prabowo adalah capres pilihan ulama bermasalah serta ulama pencari jabatan yang tugas utamanya mencaci serta memfitnah tanpa pernah peduli akan nasib serta keinginan umat.

Sementara ulama-ulama yang tulus serta penuh keikhlasan melakukan kebaikan bagi masyarakat semuanya memilih untuk mendukung Jokowi.

Doa umat terkabul, agar negeri ini dipimpin oleh Jokowi, Presiden yang bergandengan tangan dengan ulama-ulama baik yang terus berusaha meningkatkan harkat, martabat serta derajat masyarakat, dan bukannya dipimpin oleh capres yang didukung ulama-ulama palsu yang amat egois mencari selamat diri sendiri dan kelompoknya sambil mengejar jabatan dengan cara-cara nista menjual agama.

#01JokowiLagi

Posting Komentar

0 Komentar