Recents in Beach

Kampret Pucet, Hoaksnya Ketahuan, Nih Buktinya!


KAMISKOTCOM, Jakarta—Semalam media online ramai sekali membahas soal pria bernama Bagus Bawana Putra yang dikabarkan menjadi terduga pelaku penyebaran berita bohong soal adanya tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos. Santer juga berhembus kabar bahwa Bagus ini adalah Ketua Dewan Kornas pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Juru bicara BPN, Andre Rosiade, mengklaim tak mengenal Bagus dan menegaskan Kornas Prabowo tak terdaftar di Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandiaga.

"Kami tidak mengenal Saudara Bagus. Saya sudah mengecek ke Direktorat Relawan Prabowo-Sandi, tidak ada yang namanya Bagus itu. Tidak terdaftar dalam inventori relawan kita di Direktorat Relawan Prabowo-Sandi. Kami tidak tahu siapa beliau."


Benarkah Badan Pemenangan Prabowo Tidak Tahu tentang Kornas?

1. Pemberitaan Nusa News tanggal 9 September 2018 dengan link https://www.nusanews.id/2018/09/amien-rais-hingga-ratna-sarumpaet.html

"Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan aktivis Ratna Sarumpaet menghadiri deklarasi dukungan Prabowo-Sandi oleh Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo dan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Nugroho Djajusman. Deklarasi dilaksanakan di kediaman mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajusman, selaku pembina Kornas Prabowo di Jalan Bangka IX B, Jakarta Selatan, Minggu (9/9). Pantauan kumparan, Ratna yang mengenakan pakaian berwarna ungu dan kerudung abu-abu tiba lebih dahulu di lokasi sekitar pukul 19.15 WIB. Menyusul kemudian Amien Rais yang datang sekitar pukul 19.40 WIB. Tampak hadir juga di lokasi pengacara Eggy Sudjana yang tiba sekitar pukul 19.50 WIB. Selain Eggy, hadir juga tokoh agama Idrus Sambo."

2. Berita senada juga muncul di Netral News tanggal 10 September 2018 : http://www.netralnews.com/news/politik/read/158070/deklarasi-kornas-kubu-prabowo-sandi-gaet-amien-rais-ratna-sarumpaet

3. Muncul juga di Kumparan dengan link https://kumparan.com/@kumparannews/amien-rais-hingga-ratna-sarumpaet-hadiri-deklarasi-dukung-prabowo-1536498727135910202. Berita ini yang nampaknya jadi rujukan dua media di atas.

4. Tanggal 22 Mei 2018, Kumparan memuat berita berjudul "Kawal Prabowo, 36 Kelompok Relawan Akan Bersiaga di Seluruh TPS" dengan link https://kumparan.com/@kumparannews/kawal-prabowo-36-kelompok-relawan-akan-bersiaga-di-seluruh-tps. Di situ disebutkan seperti ini :
36 Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Relawan Nasional Prabowo Presiden (Kornas) akan bersiaga di setiap tempat pemungutan suara (TPS) seluruh Indonesia pada Pilpres 2019. Tujuannya, untuk mengawal pilpres yang bebas, jujur, dan adil.

"Kita bukannya enggak percaya ya, tapi pengalaman dengan pemilu kemarin. Kita harus mengawal dengan orang kita sendiri. Jadi kita akan menaruh orang-orang kita di setiap TPS paling bawah untuk merekam hasil akhir," kata Ketua umum Dewan Kornas, Bagus Bawana Putra, usai deklarasi relawan Prabowo Subianto Capres 2019 di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (22/5).

5. Di tanggal 22 Mei 2018 juga, Kumparan mengeluarkan berita "36 Ormas Deklarasikan Diri Bersatu Dukung Prabowo di Pilpres 2019" dengan link https://kumparan.com/@kumparannews/36-ormas-deklarasikan-diri-bersatu-dukung-prabowo-di-pilpres-2019.

Selain itu, Ketua Dewan Kornas Bagus Bawana Putra mengatakan keberadaan pihaknya ini merupakan representasi suara masyarakat yang menginginkan presiden baru di tahun 2019.

"Hari ini, hari yang penuh berkah untuk mendeklarasikan kebulatan kami mengantar kemenangan Bapak Prabowo sebagai Presiden RI 2019 dengan kompak, dengan bersatu, karena membawa suara hati nurani rakyat dari seluruh pelosok," kata Bagus usai deklarasi di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (22/5)

Di acara itu juga, Sekjen Dewan Kornas Anhar Tanjung mengungkapkan saat ini telah ada 36 ormas yang bergabung dengan Kornas. Di antaranya adalah Solidaritas Perempuan Republik Indonesia (SPRI), Garuda Mas, Presidium Mahasiswa Bela Rakyat (PMBR), serta Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI).

Dari serangkaian berita ini ada beberapa hal yang sepertinya bisa kita simpulkan :

a. Ada organisasi bernama Kornas dan pada bulan Mei 2018 melakukan deklarasi mendukung Prabowo bersama 36 grup relawan lain. Di situ disebut nama Bagus Bawana Putra sebagai Ketua.

b. Pada bulan September 2018, ada acara yang melibatkan Kornas bertempat di rumah Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajusman yang disebut sebagai pembina Kornas. Di situ ada Ratna Sarumpaet, Eggy Sudjana, Idrus Sambo, dan Amien Rais hadir. Kita tahu mereka adalah tokoh-tokoh penting di kubunya Prabowo.

c. Dari sini, apakah salah kalau kita bertanya balik "Serius nih, Kornas nggak dikenal sama timnya Prabowo?" Sebab banyak pentolan pendukung Prabowo hadir di acara itu. Ini harus dijelaskan.

"Benarkah Bagus Bukan Orang Kornas?
Kornas ini juga sepertinya mau cuci tangan dengan mengatakan Bagus bukan orang mereka. Ini jelas berlawanan dengan beberapa poin yang dibahas di atas. 

Yang paling aneh, di situs beritakornas.com, mereka membantah kalau Bagus adalah bagian dari mereka (link https://beritakornas.com/2019/01/07/koordinator-pusat-kornas-prabowo-bagus-bawana-putra-bukan-anggota-kornas/), di mana tulisan itu dibuat *tanggal 7 Januari 2019*, padahal berita tertangkapnya Bagus baru beredar *tanggal 8 Januari 2019*. Hmmmm.....

Apakah benar kalau Bagus bukan anggota Kornas?

Postingan instagram mereka tanggal 14 Juli 2018 menyebut ada nama Bagus sebagai Waketum I.

Namun, ada postingan di beritakornas.com yang menyebut Wakil Ketua mereka bernama Bagus Bangnatara.

Ternyata ada akun Instagram @bagnatara yang mengunggah foto.

Akun @bagnatara ini difollow oleh akun instagram @bawanabagus.

Dan wajah Bagus Bawana maupun Bagus Bagnatara ini plek ketiplek sama.

Jadi kemungkinan Bagus Bawana dan Bagus Bagnatara ini adalah orang yang sama. Wajah mereka pun persis dengan meme yang viral di media sosial sejak semalam yang disebut sebagai terduga pelaku penyebaran berita bohong soal kontainer isi surat suara.

Positioning mereka memang nampaknya sebagai relawan media sosial untuk memenangkan Prabowo. Jadi kalau misalnya memang Bagus ini yang menyebarkan atau bahkan membuat isu soal kontainer berisi surat tercoblos ini ya jangan kaget. Artinya ini bagian dari operasi medsos mereka sesuai prediksi awal bahwa isu ini dihembuskan di grup-grup Whatsapp pendukung Prabowo-Sandi kemudian digaungkan ke media sosial baik Facebook maupun Twitter. Arahnya apalagi kalau bukan ingin memfitnah Jokowi mau berbuat curang sekaligus melemahkan KPU. 

Dan di salah satu postingannya mereka menulis ada di kediaman pribadi Prabowo yang juga markas PPIR.

Lebih baik tim Prabowo itu jujur. Kalau memang Kornas dan Bagus adalah bagian dari kalian, akuilah. Kalau bukan, tuntut sekalian Kornas dan Bagus ini anggaplah mereka ngaku-ngaku. Logikanya begini, mereka berani klaim berkegiatan di rumah Prabowo, masa sih kubu Prabowo nggak ngerti keberadaannya? Mungkin memang sengaja tidak masuk struktur resmi. Tapi lihatlah apa yang ditulis oleh beritakornas.com dan sejumlah berita lain itu menunjukkan kedekatan mereka.



Kok keterlaluan membohongi masyarakat Indonesia terus menerus dan menciptakan banyak kebohongan. Anda pikir kami bodoh? Rugi dong netizen memiliki skill kepo maksimal kalau tidak digunakan menyelamatkan nusa dan bangsa.

Posting Komentar

0 Komentar