Recents in Beach

Iran Gila, Donald Trump Ketakutan


KAMISKOTCOM, Teheran—Apa yang membuat Donald Trump secara mengejutkan memutuskan untuk menarik seluruh pasukan dan personil militer Amerika dari Suriah ?

Dalam komentarnya Trump mengatakan : Amerika telah membuang 7 milyar USD di Suriah tanpa menghasilkan apa-apa, hanya ada pasir dan debu kematian yang didapatkan.

Kenapa Amerika tiba-tiba begitu frustasi di Suriah, meninggalkan Kurdi berjuang sendirian ?

Ucapan Trump berikutnya : “Jujur saja, Iran mampu berbuat apapun yang disukainya di Suriah” kata-kata terakhir Trump inilah yang membuat Israel begitu kesal dan gelisah hingga menjadi headlines media-media utama Israel.

Sebab utama yang membuat Amerika frustasi adalah karena terbitnya sebuah kajian intelijen kredibel yang menyimpulkan : 

Iran tidak bisa DIHENTIKAN atau dijegal pada titik manapun berada, siapapun yang dibela dan menjadi proxy Iran, tidak ada yang mampu mengalahkannya, Hezbollah di Lebanon, Bashar Assad di Suriah, Hasd wa Sya'bi di Irak, Hamas dan Jihad Islami di Palestina atau Houthi di Yaman.

Trump juga sudah mendapat informasi lengkap tentang kekuatan militer Iran dan teknologi persenjataannya yang hampir mustahil bisa dilawan Amerika bila sampai terjadi perang frontal berskala penuh di kawasan itu.

Salah satu teknologi persenjataan mutakhir Iran yang hingga kini menjadi misteri dan teka-teki intelijen dunia adalah teknologi akurasi missile balistik.

Keakuratan missile balistik milik Iran rata-rata mempunyai radius 3 m dari titik sasaran, padahal milik Amerika hanya 30-50 m dari titik sasaran, sedang Milik Russia lebih melenceng lagi 30-100 m dari sasaran.

Missile balistik itu mengikuti alur lengkung seperti anak panah, dilepaskan dengan radian dan elevasi tertentu, setelah mencapai ketinggian yang cukup, proyektil akan meluncur turun ke sasaran sesuai gaya lontar dan pengaruh gravitasi. Teknologi ini perlu perhitungan yang super njlimet, agar proyektil yang berisi ratusan kilogram bahan peledak meluncur deras tepat menuju titik sasaran. 

Rudal balistik milik USA dan Russia, biasanya dipandu dengan sistem navigasi GPS, GLONAS, inersia, laser pointer dll yang dipasok dari berbagai macam setelit yang mereka punyai, itu saja akurasi ke titik sasaran masih 30 an meter ke atas, Lha Iran kok bisa 3 m ?

Kesimpulan intelijen tersebut diperoleh setelah penelitian detail serangan balistik missile Iran ke KOYA, tepat mengenai ruangan tempat meeting para petinggi KURDI yang lagi briefing rekrutmen peshmarga, padahal disitu ada ratusan kamar dan ruangan pada satu komplek bangunan luas, dan di dekatnya juga ada markas serdadu Amerika. 

Setelah penyerangan itu, Iran hanya titip pesan supaya Amerika memahami apa arti sidik jari itu, dan pada setiap penyerangan baik di Suriah dan Irak yang melibatkan teknologi berpresisi tinggi Amerika selalu menemukan sidik jari Iran.

Rupanya tidak main-main Iran menamakan rudal itu dengan nama DZULFIQOR sebagaimana akurasi pedang Ali yang tak pernah meleset memangsa korbannya.

Pertanyaan besar yang sekarang sedang menggelayut di benak intelijen barat adalah, dengan teknologi apa Iran bisa memandu arah presisi rudal-rudalnya hingga bisa mencapai radius cuma 3 m ? 

semuanya masih masih misteri dan Iran bungkam sedikitpun enggan memamerkannya, padahal Iran belum mempunyai teknologi penginderaan jarak jauh SECANGGIH yang dimiliki Amerika dan Rusia.

Sebelumnya dunia juga terpaksa harus mengakui, Iran telah menjadi negara nuklir, mesin-mesin sentrifugal Iran mempunyai kecepatan 20 kali lipat, itu artinya kapanpun Iran mau, Iran bisa membuat hulu ledak nuklir, makanya oleh PBB Iran dikurung dengan perjanjian Nuklir JCPOA.

Hari inipun kembali dunia dibuat takjub dan Amerika kian sewot kesana-kemari setelah Iran merilis pengumuman akan meluncurkan 3 satelit ruang angkasa sekaligus pada ketinggian orbit yang berbeda, sebelumnya Iran juga sudah berkali-kali meluncurkan satelitnya.


Amerika pasti paham jika Iran mampu meluncurkan satelit ruang angkasa itu artinya Iran sudah mampu membuat roket pendorong rudal antar benua atau ICBM tinggal suka-suka Iran mau dipasang hulu ledak nuklir atau konvensional biasa.

Posting Komentar

0 Komentar