Recents in Beach

Cebong Vs Kampret, Syukur Ni’mat Vs Kufur Ni’mat


KAMISKOTCOM, Jakarta—Sebagai manusia yang dilahirkan di bumi Indonesia sepatutnya kita wajib bersyukur karena lahir di sebuah tempat yang merupakan surga kecil dunia. Bagaimana tidak Indonesia yang terdiri dari ras, suku dan budaya disertai kekayaan sumber daya alam melimpah sehingga Indonesia bisa berdiri kokoh selama 73 tahun lebih menjadi negara merdeka dan menuju menjadi negara yang maju. 

Bangsa Indonesia juga bangsa tangguh, sangat pengalaman dalam menghadapi getirnya gejolak dunia, khususnya dalam masa penjajahan yang berhasil dilewati hingga memperoleh sebuah kemerdekaan menjadi bangsa berdaulat. 

Ketangguhan serta kehebatan suatu bangsa dapat diukur dari pemimpinnya, apakah seorang pemimpin mampu memberikan motivasi dan rasa positif kepada rakyatnya. Serta disisi lain seorang pemimpin jangan sampai menakut-nakuti rakyatnya dengan memberikan rasa takut, membuat keadaan seolah-olah gawat yang berakibat kepada mindernya suatu bangsa. 

Padahal di era revolusi industry 4.0 saat ini, sebuah era yang menghasilkan gelombang tsunami percepatan dunia, dimana kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yakni mau tergulung ombak, atau berselancar diatas ombak, namun seminimal mungkin kita bisa bertahan dari gulungan ombak tersebut. Sehingga Indonesia membutuhkan karakter individu yang tangguh dan selalu berfikir positif dan senantiasa bersyukur dalam berjuang menghadapi gelombang tsunami tersebut.

Saya sebagai manusia yang dilahirkan di Indonesia juga patut bersyukur pada saat ini, Indonesia memiliki sosok Presiden luar biasa, yakni Pak Joko Widodo seorang nahkoda handal dan siap membawa rakyatnya menghadapi gelombang tsunami di era digital. Karena semenjak terpilihnya Jokowi menjadi Presiden ke 7 pada 2014 silam, saya sebagai rakyat merasakan dampak secara langsung perubahan yang dibawa oleh Pak Jokowi. 

Mulai dari urusan yang mikro hingga makro Pak Jokowi mampu memberikan spirit optimis kepada rakyatnya. Contoh dampak yang saya rasakan ialah ketika dulu ingin mudik ke kampung halaman di musim lebaran membutuhkan waktu puluhan jam agar bisa sampai namun semenjak ada tol, waktu perjalanan menjadi ringkas, dan waktu berkunjung di kampung halaman menjadi terasa lama karena tidak banyak menghabiskan banyak waktu diperjalanan.

Prestasi Jokowi lainnya ialah mampu menguasai sektor-sektor sumber daya alam yang selama ini dikuasai oleh asing, dan sangat pesimis bagi bangsa ini untuk mengambil alihnya kembali. Tapi Pak Jokowi berhasil membuktikan dengan berhasil merebutnya (Freeport, Blok Rokan). Ini merupakan prestasi yang wajib kita syukuri sebagai rakyat Indonesia. Selain kebijakannya, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang sangat humanis, ramah terhadap rakyatnya. Sosok Pak Jokowi juga sangat digandrungi oleh generasi milenial. Dengan semangat optimis yang selalu dibangun, dan cocok dijadikan panutan generasi milenial.

Oleh karena itu sudah sepatutnya kita bersyukur, bisa menjadi bagian rakyat Indonesia dan memiliki sosok pemimpin seperti Pak Jokowi. Meskipun belum sempurna, kita jangan sampai kufur nikmat atas realita yang terjadi terhadap bangsa ini yang mulai mengalami kemajuan di era Pak Jokowi. Tapi namanya  manusia yang tak luput dari kesalahan, masih banyak juga masyarakat Indonesia yang tidak bersyukur hingga mengakibatkan kufur nikmat. Diperparah lagi dengan maraknya hoax yang beredar, dan berdampak kepada kufur nikmat.

Kufur nikmat memang sangat fatal, karena sikap ini menjadikan seseorang menjadi gampang mencaci maki, akibat dari ketidakpuasan yang berlebihan. Padahal sudah mencapai hasil yang maksimal, selain itu menyampingkan fakta-fakta yang terjadi. Bahkan bila sikap kufur nikmat ini terus di produksi secara massif bisa mengancam integrasi bangsa.  

Sudah sepatutnya kita sebagai rakyat Indonesia, seminimal mungkin untuk menghindari menjadi rakyat yang kufur nikmat. Apalagi bagi seorang pemimpin maupun calon pemimpin mengajak rakyatnya untuk bersikap kufur nikmat. Bahkan menyampaikan rasa tidak bersyukur tersebut dihadapan publik, memprovokasi rakyat agar menjadi bagian rakyat yang mengkufuri nikmat atas segala kemajuan bangsa ini. 

Tantangan bangsa ini kian berat, kalau hanya disibukan kepada urusan kufur nikmat, bangsa ini tidak akan maju. Dan sudah saatnya kita menjadi rakyat yang bersyukur, dan inovatif terhadap peradaban bangsa.

Penulis: Muhammad Sutisna

Posting Komentar

0 Komentar