Recents in Beach

Viral, Video Sandiaga Uno Tak Bisa Wudlu, Netizen: Itu Madzhab Apa?



KAMISKOTCOM, Jakarta—Dalam berbagai madzhab dalam Islam tidak sah hukumnya Wudlu dengan air musta’mal (sudah dipakai), misal contoh Sandiaga Uno dalam video ini Wudlu dengan air satu gayung yang mana tangannya dikobokan ke dalam gayung.


Secara otomatis air yang sudah membasuh ke kulit, menetes kembali ke air dalam gayung itu, otomatis air itu hukumnya Musta’mal tidak sah di pakai Wudlu.... 


Terus yang dipakai oleh Sandi itu tata cara Wudlu madzhab apa brooo? Madzhab kampret ya?

Posting Komentar

12 Komentar

  1. Begitulah wudhu yg disunnahkan tidak boros air.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi ya tidak di obok begitu ... Tapi diguyurkan ke tangan

      Hapus
    2. Di sunnahkan? Lol pingin ngakak gw...

      Hapus
  2. Sontoloyo selalu mencari pembenaran tdk mengakui kesalahan nya. Pelajaran soal air saja minim gimana Halal haram yg lainnya,pantesan cawapres ini sering sandiwara bohong.

    BalasHapus
  3. DISIMAK & DI FAHAMI SEBELUM GAGAL FAHAM...!!
    Sebelum menyalahkan. Belajar bab Bersuci dari hadats besar dan hadats kecilnya...

    Sunnah sblum Berwudhu’ dengan menggunakan gayung, atau ember, atau wadah lainnya, hendaklah kita mencuci tangan kita dahulu. Sebagaimana disebutkan :

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الأَنْصَارِىِّ – وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ – قَالَ قِيلَ لَهُ تَوَضَّأْ لَنَا وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَا بِإِنَاءٍ فَأَكْفَأَ مِنْهَا عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَهُمَا ثَلاَثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَاسْتَخْرَجَهَا فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلاَثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَاسْتَخْرَجَهَا فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَاسْتَخْرَجَهَا فَغَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَاسْتَخْرَجَهَا فَمَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِيَدَيْهِ وَأَدْبَرَ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا كَانَ وُضُوءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Dari Abdullah bin Zaid bin ‘Âshim al-Anshâri, dia adalah seorang sahabat Nabi, dikatakan kepadanya,
    “Praktikkanlah untuk kami wudhu’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam !”
    Dia meminta wadah air, lalu dia menumpahkan sebagian air itu pada kedua (telapak) tangannya, lalu dia membasuhnya tiga kali.

    Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dari satu telapak tangannya.
    Dia melakukannya tiga kali.

    Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh wajahnya tiga kali.

    Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali, dua kali.

    Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu mengusap kepalanya. Dia memajukan kedua tangannya lalu memundurkannya, kemudian dia membasuh kedua kakinya sampai mata kaki.
    Kemudian dia berkata, “Demikianlah wudhu’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .”
    [HR. Muslim, no. 235]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakaka kena hadist ini yg komen sebelumnya langsung nyap!

      Hapus
    2. Itumah jaman air msh sulit dan coba cari hadits yg lain yg masuk akal jmn sekarang jgn cari yg mudah2 aja lol .

      Hapus
  4. itu yg di lakukan sandi wudhu yg biasa di lakaukan ulama wahabi jadi agak aneh karena kebanyakan masyarakat indo ikut masdaf safei

    BalasHapus
  5. Ngak ngaruh beritannya cebong

    BalasHapus
  6. Media cebong ... permasalahan keecil digoreng sampai hangus, itu tandanya sdh habis akal sehatnya.

    BalasHapus
  7. Hadist sahih muslim no 235-KITAB IMAN bukan masalah taharah/bersuci/wudhu akan tetapi masalah isra' rosulullah SAW dan perawinya adalah anas bin malik Ra

    BalasHapus
  8. ..kalau gak tahu sudahlah. Kagak usah komentar diwm saja.. Makanya belajar jangan setengah-setengah. Madzhab bukan cuma syafi'iyah... Jangan gampang menyalahkan orang....

    BalasHapus