Recents in Beach

POLITIK KEBOHONGAN MARAK TAPI NU PUNYA SHALAWAT


KAMISKOTCOM, Jakarta--Amaliyah yang insyaallah tak pernah putus didawamkan orang NU adalah membaca shalawat. Karena itu secara kultur, nahdhiyyin relatif pemaaf dan tak gampang marah. Karena output dari shalawat adalah hati yang tenteram. Makanya secara kebudayaan, orang NU relatif nggak suka kalau ada kalimat Takbir dipekik, tapi maksud darinya adalah provokasi dan membakar emosi umat.

Dalam suasana kebatinan umat yang semakin meruncing pada perang ideologi, NU relatif tenang. Padahal sudah tak terhitung panah fitnah menghujam. Dibilang antek penguasa, masuk angin, satu barisan sama PKI, dan tak mendukung perjuangan umat Islam.
Panah fitnah itulah yang dalam penelitian lembaga RAND COORPORATION Amerika disebut dengan Firehose of Falsehood, atau semburan kebohongan. HOAX bukan hanya diciptakan dan diproduksi massif, tapi disemprot secara sporadik untuk merusak Lateral Orbit Frontal Cortex (LOFC) atau otak depan manusia yang berfungsi untuk membedakan fakta, opini, juga berita bohong.
Beruntung NU punya shalawat. Di Jawa Timur dalam momentum peringatan Hari Santri, KH. Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jatim dengan lirih dan syahdu memimpin jamaah untuk melantunkan "Shalawat Asygil". Shalawat yang konon dulu kerap dibacakan oleh Imam Ja'far Ash-Sadiq ketika negerinya dilanda kekacauan politik. Shalawat yang ketika KH. Ali Yafie ditanya tentang ini, beliau menjawab bahwa shalawat inilah yang kerap dilantunkan oleh Ulama dunia Arab tatkala Iraq diluluhlantakkan oleh Pasukan Mongol Hulagu Khan.
Di Jawa Barat, Kang Maman Imanul Haq juga berkeliling dari panggung ke panggung untuk pimpin shalawat bersahut-sahutan dengan jama'ah. Jamaah pun asyik dan larut dalam puja puji hingga tak ada secuil ruang pun untuk caci maki.
Bedanya dengan Monaslimin dan Monaslimat adalah, NU tak pernah ribut soal kalkulasi jamaah di tiap istighasah yang digelar. Apakah 12 ribu, 20 ribu, 8 juta, sampai 12 juta. Apa guna kampanye yang katanya reuni akal sehat bersama umat, tapi mencak-mencak karena tak diliput media. Ada capres yang dikasih panggung pidato, gayung bersambut dengan lagu ganti Presiden, tapi sial kepalang sial, ongkos panggung pun konon masih ngutang.

Penulis; Khairi Fuady

Posting Komentar

0 Komentar