Recents in Beach

Menyangkal Prabowo, Ma’ruf Amin Sebut Ekonomi Indonesia Terbaik Ke-3



KAMISKOTCOM, Jakarta Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia memiliki tingkat kemiskinan yang setara dengan negara Afrika. Salah satunya adalah Rwanda.

Menanggapi hal itu, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengaku tidak setuju dengan ucapan Prabowo tersebut.

"Saya kira itu tidak benar ya. Negara kita itu kan negara yang secara makro itu sudah masuk negara yang nomor 3 dibanding dengan negara yang lainnya yaitu India, Cina, dan Indonesia. Jadi gak mungkin lah sama dengan negara-negara miskin yang lain itu," tukas Ma'ruf di kediamannya, Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Menurut Ma'ruf, Indonesia sudah cukup bagus bila dinilai secara pertumbuhan ekonomi makro. Bahkan, ia mengatakan Indonesia sudah masuk dalam peringkat ketiga. Hal ini merujuk pada ucapan Jokowi mengenai Indonesia yang menempati pertumbuhan ketiga setelah India dan Tiongkok dalam negara-negara G20.

Lagipula, menurut Ma'ruf, pemerataan melalui infrastruktur dan berbagai fasilitas di Indonesia juga sudah semakin baik. "Dan perubahan pengurangan jumlah kemiskinan sangat signifikan, bahwa memang warisan yang diterima Pak Jokowi itu memang besar, tetapi sudah di bawah 1 digit sekarang," jelas Ma'ruf lebih lanjut.

Karena itu, bila Jokowi terpilih kembali menjadi presiden untuk periode kedua, maka pastinya akan ada banyak peningkatan lain. Sebab, landasannya sudah terbangun.

"Begitu juga mengenai tenaga kerja, makin banyak peluang jumlah pekerjaan yang terbuka. Jadi makin hari makin besar. Jadi saya kira tidak benar, itu semua datanya kan ada," ucapnya.

Ma'ruf menambahkan, seharusnya masyarakat Indonesia jangan sampai dibuat takut akan pernyataan seperti yang dikatakan Prabowo.

"Jadi harus kita membangun masyarakat itu optimis. Dan kenyataannya juga banyak sekali upaya-upaya yang sudah berhasil. Jadi justru optimisme itu yang harus kita bangun kepada masyarakat," ujarnya.

"Ya kita boleh aja mau mencari dukungan, tapi dengan cara-cara yang bermartabat. Jangan menakutkan, jangan kemudian tidak berdasar pada fakta-fakta yang terjadi," tandas Ma'ruf.

Posting Komentar

0 Komentar