Recents in Beach

Mata Batin Kewalian Abuya Dimyati, Ramal Ma'ruf Amin Jadi Pemimpin Negeri


KAMISKOTCOM, Banten--Siapa yang tak kenal Wali terkenal dari Banten, ia masyhur dengan kezuhudannya dan berbagai karomahnya. Ia adalah Abuya Dimyathi. Semasa hidupnya, Abuya Dimyathi dikenal sebagai gurunya dari para guru dan kyainya dari para kyai, sehingga tak berlebihan kalau disebut sebagai ulama Khas al-Khas atau rasikhah. Ulama yang sikapnya sehari-hari merupakan cerminan dari ilmu yang dikuasainya. Masyarakat Banten menjulukinya juga sebagai pakunya daerah Banten, di samping sebagai pakunya Negara Indonesia.

Dikisahkan dari kakek sepuh yang tinggal dekat pondok pesantren Abuya Muhtadi putera Abuya Dimyati, yang mana kakek itu adalah murid dari Abuya Dimyathi ia menceritakan kisah ramalan Indonesia ke depan. Menerutnya Abuya Dimyathi pernah meramal KH. Ma’ruf Amin akan jadi ketua MUI, Rais ‘Amm PBNU, dan Pemimpin Negeri entah Presiden atau Wakil Presiden.

Dikisahkan, nama ayah Abuya Dimyathi adalah Abuya KH. Muhammad Amin al-Bantani, nama ayahnya sama seperti nama Ayah KH. Ma’ruf Amin yaitu KH. Muhammad Amin Tanara. Dalam ramalan Abuya Dimyathi anak Kiai Muhammad Amin Tanara yang mana masih dzurriyat dari Syekh Nawawi Tanara Banten akan menjadi pemimpin nasional di masa yang akan dating.

Cerita ini tidak ada yang membicarakan, karena selama ini itu hanya dianggap rumor dan mitos biasa, namun ternyata kini ada saksi sejarah yang mengungkapkan cerita di balik sirnya Abuya Dimyati atas ramalan keluarga Syekh Nawawi Banten.

Makanya tidak heran ketika Abuya Muhtadi putera Abuya Dimyati Pandeglang Banten keukeuh mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, bias jadi karena alas an itu, bahkan jauh sebelum itu hamper seluruh Ulama Tarekat dari berbagai aliran Thariqah di Indonesia mendukung pasangan yang digelari Umaro dan Ulama ini, Nasionalis Religius.

x

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Jadi jadi klo mau bohong,,

    BalasHapus
  2. Woyy ! Abuya Dimyati itu sudah lama meninggal dari tahun 2003. Kok bego gitu bohongnya, bong ?

    BalasHapus
  3. lanjutkan,,beda koment itu biasa

    BalasHapus