Recents in Beach

Maruf Amin Patahkan Logika Sandiaga Uno




KAMISKOTCOM, Jakarta--Calon Wakil Presiden (Cawapres) Paslon nomor urut 01 KH Maruf Amin mengaku heran dengan logika cawapres tandingannya, Sandiaga Uno. Pasalnya saat berkampanye di Sulawesi Selatan, Sandiaga Uno melewati jembatan kayu yang disebutnya dengan jembatan 'Indiana Jones'. Saat melakukan perjalanan menuju Desa Tosora, Kabupaten Wajo, Sandiaga merasa agak kaget dengan masih adanya jembatan yang terbuat dari kayu. Ia lalu mengkritik pembangunan infrastruktur era Presiden Joko Widodo tidak sampai ke pedesaan.

Pernyataan Sandiaga Uno tersebut memang sangat indah terdengar. Sebuah janji untuk memfokuskan pembangunan infrastruktur di pedesaan. Tentunya apabila kubunya meraih kemenangan di Pilpres 2019.

Akan tetapi, apabila Sandiaga berpikir secara logis, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di pedesaan seharusnya dimulai dari jalan utama penghubung antar perkotaan. Hal yang tengah dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi-JK. Logika seperti itulah yang menjadi penekanan Maruf Amin. "Itu tak logis cara berpikirnya begitu, memang kayak membalik tangan simsalabim" Ujar Maruf di kediamannya Jalan Situbondo, Jakarta (27/12/2018).

Menurut 'Abah' Maruf Amin, pembangunan era Jokowi-JK berada di daerah-daerah yang besar, seperti jalan utama. Hal tersebut bertujuan tak lain dan tak bukan juga untuk memajukan pedesaan. Ketika jalan utama tersebut telah rampung dibangun, maka pembangunan di pedesaan pun lebih intens oleh pemerintah daerah setempat. Jika tidak ada jalan utama, bagaimana mungkin pemerintah dengan lancar membawa hasil-hasil produksinya ke pedesaan. Begitu juga sebaliknya, hasil dari pedesaan akan sulit dijual ke daerah lain apabila tak ada jalan penghubung antar daerah.

Maruf Amin menambahkan jalur utama seperti jalan Trans Jawa telah selesai dibangun, Trans Sumatra sedang proses. Belum lagi Trans Papua dan Trans Kalimantan, itu yang lebih penting. Apabila kita berpikir secara logika, maka benar adanya ucapan Maruf Amin tersebut. Mari kita analogikan Indonesia sebagai seorang manusia.

Dalam tubuh manusia, ada sistem pembuluh darah. Pembuluh darah arteri dan vena bisa kita anggap sebagai jalan utama yang sedang digencarkan pemerintahan Jokowi. Arteri memompa darah ke seluruh tubuh dan vena membawa darah kembali lagi ke jantung. Arteri menghantarkan darah ke organ dan jaringan tubuh tidak secara langsung, melainkan melalui satu jenis pembuluh darah lagi, yakni pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah kapiler inilah yang bisa kita analogikan sebagai infrastruktur di pedesaan baik berupa jalan maupun jembatan. Selama 4 tahun era kepemimpinan Jokowi, infrastruktur 'arteri dan vena' inilah yang difokuskan oleh Jokowi. Bagaimana mungkin 'kapiler' pedesaan dapat saling terhubung apabila jalan utamanya tidak difokuskan pembangunannya.

Kita semua bayangkan saja, apabila infrasturktur pedesaan yang justru menjadi fokus pemerintahan Jokowi tanpa melakukan pembangunan jalan utama, yang terjadi adalah perputaran ekonomi malah melambat dan tidak lancar, karena 'kapiler' yang besar tak ada artinya apabila 'arteri dan vena'nya kecil. Wah, sistem peredaran 'darah' yang tidak lancar tersebut bisa-bisa membuat Indonesia jadi negara yang sakit-sakitan dong. Hehe..

Posting Komentar

0 Komentar