Recents in Beach

KOMUNITAS BATIK DIFABEL : KYAI MARUF SANGAT PEDULI TERHADAP KELOMPOK DIFABEL



KAMISKOTCOM, Jakarta—Reaksi Forum Tunanetra Menggugat terhadap pernyataan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin dalam acara peresmian posko dan deklarasi relawan yang mengatasnamakan Barisan Nusantara (Barnus) di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11) dinilai terlalu berlebihan oleh komunitas difabel dari Blora.

Sebelumnya Kyai Maruf sudah mengklarifikasi pernyatannya bahwa tak ada konteks buta (fisik). Saya cuma bilang, yang tak mengakui itu kayak orang buta karena tak mau melihat. Kayak orang budek karena tak mau mendengar. Kayak orang bisu yang tak mau ungkapkan kebenaran. Itu saja sebenarnya. Kalimat itu juga biasa bunyi di Alquran. Lihat saja di Alquran kalau tak percaya,

Menganggapi pernyataan tersebut komunitas difabel Blora menegaskan bahwa Kyai Maruf adalah sosok yang sangat peduli terhadap komunitas difabel. Kyai Maruf bahkan pernah bertemu dan mengapresiasi hasil batik difabel.
Pak Kandar yang merupakan wakil ketua difabel Blora mustika mengatakan Kyai Maruf juga sangat peduli dengan pemberdayaan

"Program pemberdayaan yang digagas oleh kyai Maruf betul-betul kita rasakan. Kita sudah sering diundang ke pameran-pameran untuk memasarkan produk batik kita. Terakhir kemarin kita diundang dan diminta memastikan batik kita di pulau Bali", kata Kandar di sanggar DBM, Senin (12/11)

Seperti diketahui bahwa gagasan pemberdayaan masyarakat yang disampaikan oleh Kyai Maruf Amin diterjemahkan oleh  Santri Milenial Center (SIMAC). Salah satu sasarannya adalah kelompok difabel.

Lebih lanjut, Pak Kandar mengakui jika selama ini, pemasaran pemberdayaan DBM melalui karya batiknya tidak terlepas dari keberadaan program SIMAC dan NU.  Menurutnya, melalui program SIMAC, kelompok Difabel Blora Mustika bisa memasarkan karya batiknya hingga ke berbagai daerah

Posting Komentar

0 Komentar