Recents in Beach

Coattail Effect dan Dilema Parpol Pendukung Prabowo-Sandi


KAMISKOTCOM, Jakarta—Asumsi dasar coattail effect adalah partai yang dukungan pasangan capres akan naik elektabilitasnya kegerek parpol yang didukungnya dalam pemilu serentak Pilpres/Pileg_ .

Namun ketika hasil beberapa survey menunjukan hanya pendukung utama yang naik signifikan maka muncul dilema dan sakwa sangka.  PDIP dan Gerindra yang menikmatinya. PDIP suara melonjak pesat sebagai pendukung utama Jokowi dan Gerindra pendukung utama Prabowo.

Partai yang kegerek adalah PKB karena posisi Kyai Maruf dianggap representasi dari NU yang melahirkan PKB. PKB ikut menikmati kebahagiaan mendukung Jokowi -KMA. Adapun Golkar masih  stagnan belum terlihat signifikan naik dalam imbal untung dukungan ke Jokowi namun faktor juga karena Golkar terlambat konsolidasi karena beberapa kali dilanda konflik dan pergantian Ketua Umum.

Golkar terlihat masih yakin tergerek dan semangat dukung Jokowi-KMA. Koalisi di bawah Jokowi-KMA terliat solid. Dalam koalisi pendukung Prabowo-Sandi hanya Gerindra yang melonjak sedangkan PAN dan PKS masuk zona degradasi di bawah 4%  dari hasil survey.

Analisa anamoli coattail effect di kubu Prabowo-Sandi adalah karena Capres dan Cawapres dari Partai Gerindra. Pendukung parpol merasa tidak terepresentasikan belum lagi polemik Wagub DKI yang belum jelas arahnya diserahkan ke PKS. Meliat perkembangan tak merasakan dampak ekor dari mendukung Prabowo-Sandi Partai Demokrat membebaskan pilihan kader dalam pilpres.

Gerindra bereaksi keras menuntut SBY agak ikut mengkampanyekan secara terbuka Prabowo-Sandi namun SBY justru bereaksi keras bahwa dia semasa ikut Pilpres tak pernah memaksa Ketum Partai lain untuk kampanye. Bagi SBY visi misi dan program capres itu yang utama untuk meyakinkan pemilih.

Akhirnya koalisi unilateral   Gerindra yang menyebabkan dilema coattail effect parpol pendukung Pasangan ini.

Penulis; Surya Fermana (Pengamat Intelijen)

Posting Komentar

0 Komentar