Recents in Beach

Antara Kiai Ma'ruf dan Stan Lee (Captain Amerika, Spiderman, dan Hulk)




KAMISKOTCOM, Jakarta—Nama Stan Lee dan Kiai Ma'ruf Amin mungkin asing terdengar di telingga khalayak awan. Tapi karya mereka dinikmati bahkan jadi tuntutan hidup kita sehari-hari.

Film kartun Captain America, Spiderman, Hulk, TOR adalah salah satu buktinya. Publik tidak akan asing dengan film-film fiksi super hero tersebut. Tapi dijamin banyak yang asing siapakah penciptannya. Adalah Stand Lee seorang kartunis yang tutup usia beberapa hari lalu.


Stan Lee yang meninggal diusia 95 tahun, secara tidak sadar mempengahuri kehidupan kita.  Dengan penokohan-penokohan superhero yang selalu jadi box office saat di filmkan.  Machendise tokoh-tokoh superhero kreasi Stand Lee seakan menjadi mentor hidup kita sehari-hari.
Yang menakjubkan,  karekter tokoh kartun ciptaan Stan Lee. Melegenda hingga era saat ini. Sebagai generasi kelarihaan 80 an. Penulis sudah mengenal bahkan mengidolakan tokoh-tokoh super hero tersebut.
Dalam hal ini,  tulisan ini. Kita tidak berbicara soal konten pesan karekter penokohaan secara detail.  Termasuk, konspirasi pesan terselung dari penokohaan yang dibuatnya.  
Yang jelas,  Proses dialektika kontruksi penokohaan tersebut.  Hasil dari rekamaan Stand Lee terhadap fenomena sosial yang berkembang di masyarakat.  Kerisauahaan, selanjutnya diproduksi dalam kemampuan goresan imajinasi kartun.  Misalnya,  tokoh Spiderman. Narasi yang ingin dibangun. Pemberatasaan narkoba dan mafia yang saat itu merajalela.
Yang Terlupakan Dari Kiai Ma'ruf
Begitulah Stan Lee terlupakan tertutup dengan karya legendarisnya. Orang lebih kenal karyanya ketimbang dirinya sendiri.  Begitu pula dengan Kiai Ma'ruf Amin.
Kiai Ma'ruf mungkin dikenal dibeberapa komitas Nadhlatul Ulama. Sebagai sosok Kiai yang menjabat sebagai Rois Aam PBNU dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Nama besar cicit Syech Nawawi Al-Banthany ini,  hanya dilihat sebagai ulama saja. Yang bisa mengaji,  berdakwa,  dan memakai sarung. Jauh dari sana,  masyarakat tidak mengatahui kiprah beliau.
Setali dua keping mata uang dengan Stan Lee. Hasil karya pemikiran Kiai tidak dikenali lagi.  Namun karya beliau dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Konsep Ekonomi Syariah, Tanda berlaku plat nomer kendaraan,  Dana Pasar dan Standarisasi Sekolah.  Ya, kan.  Pemikiran itu jadi kehidupan kita sehari-sehari hingga saat ini.  Tapi jelas kita tidak tahu, hasil pemikiran Kiai Ma'ruf Amin.
Tidak akan pernah ada Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah,  Bank BCA Syariah tanpa campur tangan beliau.  Selain itu koperai yang berbasis keumatan.  Itu hasil pemikiran beliau.  Pengakuan Kiai Ma'ruf sebagai pemikir ekonomi syariah.  Membuat Kiai Ma'ruf mendapat penghargaaan dari kampus-kampus ternama.
Tidak hanya soal Ekonomi. Masa berlaku plat nomer kendaraan bermotor adalah hasil pemikiran Kiai Ma'ruf. Saat itu Kiai Ma'ruf menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.  Kiai Ma'ruf mengusulkan masa berlaku nomer plat mobil di wilayah DKI Jakarta.  Untuk mempermudah kepemilikan dan pajak kendaraan bermotor.  Alhasil,  kebijakan tersebut menjadi kebijakan nasional hingga saat ini.
Apa yang dilakukan Kiai Ma'ruf sama halnya dengan Stan Lee.  Yang dilakukan baru diketahui saat ini.  Saat Kiai Ma'ruf dipilih untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.
Begitulah Kiai Ma'ruf dan Stan Lee, apa yang mereka hasilkan untuk generasi penerusnya.  Pesan soal kebijaksaaan,  soal pengorbanan,  soal perjuangan.  Seperti yang disampaikan Kiai Ma'ruf alasannya berkeinginan maju dalam Pilpres 2019. Saat ditanya usia yang tidak muda lagi.
Menurut Kiai Ma'ruf, apa yang dilakukan bukan untuk dirinya. Melainkan untuk generasi berikutnya.  Generasi yang kuat untuk kejayaan Indonesia.

Penulis ; Bung Ray

Posting Komentar

0 Komentar